Saham Alibaba & Tencent Melorot Gegara Isu Masuk Blacklist AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 22:23 WIB
Markas Alibaba
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta -

Saham Alibaba Group dan Tencent tercatat merosot setelah The Wall Street Journal melaporkan pemerintahan Amerika Serikat berencana memasukkan kedua perusahaan raksasa teknologi China itu dalam daftar hitam alias blacklist.

Mengutip CNBC saham kedua perusahaan tercatat turun di bursa Hong Kong setelah laporan menyebut jika pemerintah AS sedang mengkaji pelarangan orang AS untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.

Sebelumnya Pemerintah AS telah memasukkan 31 perusahaan China ke daftar hitam pada November lalu. Kebijakan itu diambil karena perusahaan-perusahaan tersebut diduga terkait dengan militer China.

Harga saham Tencent tercatat turun 4,96% menjadi 568,5 dolar Hong Kong, sedangkan saham Alibaba turun 3,91% menjadi 221 dolar Hong Kong.

Jika Alibaba dan Tencent jadi masuk dalam daftar hitam AS artinya terancam tidak bisa melakukan transaksi perdagangan seperti yang terjadi pada Senin lalu.

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tak lama setelah ia kalah dalam pemilihan presiden lalu. Sebelumnya beredar kabar Bursa Efek New York sempat berencna untuk mendelisting 3 perusahaan raksasa telekomunikasi China, yaitu China Mobile, China Telecom dan China Unicom. Namun belakangan rencana tersebut dikabarkan batal

Selain itu AS juga melarang aplikasi pembayaran China seperti Alipay dan WeChatPay yang bisa terhubung ke Tencent. Akhir tahun lalu AS menyebut perusahaan drone asal China DJI dan Semiconductor Manufacturing International masuk daftar hitam perdagangan.

(kil/hns)