Harga Saham Senjata AS Naik, Imbas Kerusuhan di Capital

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 10:19 WIB
Richard Barnett, a supporter of US President Donald Trump sits inside the office of US Speaker of the House Nancy Pelosi as he protest inside the US Capitol in Washington, DC, January 6, 2021. - Demonstrators breeched security and entered the Capitol as Congress debated the a 2020 presidential election Electoral Vote Certification. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Foto: AFP/SAUL LOEB
Jakarta -

Saham produsen senjata Amerika Serikat (AS) melonjak, Rabu (6/1). Lonjakan itu terjadi saat kerusuhan dari sekelompok pendukung Donald Trump di Capitol Hill dalam upaya membatalkan hasil pemilihan presiden (pilpres) 2020.

Dikutip dari CNN, Jumat (8/1/2020) saham produsen senjata Smith & Wesson Brands naik 18%, Ruger & Co naik 12%, dan Vista Outdoors Inc naik lebih dari 15%. Hari berikutnya, Vista mengalami lonjakan 2% sedangkan Saham Smith & Wesson dan Ruger turun tajam.

Namun, Direktur Federasi Olahraga Menembak Nasional AS, Mark Oliva mengatakan industri senjata tidak ikut campur tangan atas kerusuhan di Capitol Hill. Dia menjelaskan pemerintah setempat telah melarang pendemo membawa senjata.

"Industri tidak ada hubungannya dengan kerusuhan dan tidak mengambil kesempatan. Walikota DC awal minggu ini telah memberi tahu jika pendemo akan datang ke Capitol Hill, diharap tidak membawa senjata. Jika terjadi, dianggap melakukan pelanggaran federal," katanya.

Menurut Oliva sejauh ini meningkatnya saham dan penjualan senjata biasanya terjadi menjelang pemilu dan saat perundingan undang-undang senjata.

Namun, sepanjang 2020 penjualan senjata meningkat akibat beberapa negara bagian yang mengalami kerusuhan sipil. Sejumlah orang membeli senjata untuk melawan ketidaksetaraan rasial polisi.

Oliva mengungkap pada 2020 penjualan senjata meningkat 40%. Senjata yang terjual diperkirakan sebanyak 21 juta senjata, 60% lebih tinggi dari jumlah penjualan pada 2019. Sedangkan rekor kedua penjualan terbesar pada 2016 dengan total penjualan dalam satu tahun sebesar 15,7 juta senjata.

"8,4 juta orang membeli senjata pada tahun 2020 untuk pertama kalinya," kata Oliva.

(fdl/fdl)