Cadangan Devisa RI Naik Jadi US$ 135,9 M, Ini Penyebabnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 08 Jan 2021 11:10 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada Desember 2020 sebesar US$ 135,9 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan angka ini naik dibandingkan posisi akhir November sebesar US$ 133,6 miliar.

Erwin menjelaskan posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Cadangan devisa juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata dia dalam siaran pers, Jumat (8/1/2021).

Dia menyebut angka cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Erwin mengatakan naiknya cadangan devisa periode Desember 2020 disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan penerimaan pajak.

"Ke depan BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," jelasnya.

(kil/ara)