Perhatikan Ini Biar Nggak Boncos Tergiur Saham Rekomendasi Artis

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 09 Jan 2021 15:33 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kalangan artis beberapa waktu terakhir sempat menjadi perbincangan karena merekomendasikan saham dari sebuah perusahaan. Seperti Raffi Ahmad sampai Ari Lasso memberikan rekomendasi kepada followersnya untuk membeli saham perusahaan tersebut.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho mengungkapkan masyarakat jangan mudah tergiur dengan endorse saham yang dilakukan oleh artis. Hal ini karena dalam berinvestasi saham harus memperhatikan sejumlah hal.

Dia menyebutkan saat ini ada sekitar 700 emiten di bursa efek yang bisa dibeli sahamnya. "Nah dari yang banyak itu dilihat yang bagus yang mana sih, yang kasih potensi imbal hasil yang baik yang mana sih. Dari sekian banyak pilihan ya harus dipelajari dulu nggak bisa terjun bebas gitu aja," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/1/2021).

Andy mengungkapkan analisa fundamental dibutuhkan untuk mengetahui kondisi manajemen perusahaan, tata kelola keuangan hingga tata kelola pembayaran utang perusahaan. Semakin baik fundamentalnya maka semakin baik pula sahamnya.

Kemudian analisa teknikal juga dibutuhkan untuk pembelian saham. Hal ini agar pembeli saham tidak terjebak dan bisa siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk.

"Kombinasi dari fundamental dan teknikal inilah yang menuntun kita ke saham mana yang prospektif," jelas dia.

Sehingga jika ingin membeli saham persiapannya harus dilakukan secara matang. Hal ini untuk meminimalisir kerugian.

"Paling tidak bisa aman dulu deh, kalau mau lebih aman bisa masuk ke bluechip atau juga latihan dulu supaya tidak terlalu deg-degan dengan pergerakan harga. Supaya mental terlatih dulu lah kalau mau terjun ke pasar saham," jelas dia.

Menurut Andy saat ingin berinvestasi di saham usahakan jangan membeli saham dari satu emiten saja, minimal tiga. Hal ini juga untuk meminimalisir potensi rugi.

"Kalau cuma satu emiten saja lalu dia rugi, itu kan bikin kecewa dan panik juga," jelasnya.

(kil/eds)