Jangan Mudah Tergiur Saham 'Endorse' Artis, Perhatikan Hal Ini!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 10 Jan 2021 13:00 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pasar saham beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan yang hangat. Banyak masyarakat yang mulai masuk ke pasar modal.

Sampai para artis dan influencer juga ikut-ikutan memberi rekomendasi saham melalui media sosialnya.

Tapi perencana keuangan menyebut, jangan mudah tergoda dengan endorse saham tersebut. Hal ini karena dalam berinvestasi di pasar saham dibutuhkan informasi yang mendalam dan analisis yang kuat.

Apa saja ya yang dibutuhkan sebelum berinvestasi? Berikut berita selengkapnya:

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group (AAG) Andy Nugroho mengungkapkan masyarakat jangan mudah tergiur dengan endorse saham yang dilakukan oleh artis. Dia menyebutkan saat ini ada sekitar 700 emiten di bursa efek yang bisa dibeli sahamnya.

"Nah dari yang banyak itu dilihat yang bagus yang mana sih, yang kasih potensi imbal hasil yang baik yang mana sih. Dari sekian banyak pilihan ya harus dipelajari dulu nggak bisa terjun bebas gitu aja," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/1/2021).

Andy mengungkapkan analisa fundamental dibutuhkan untuk mengetahui kondisi manajemen perusahaan, tata kelola keuangan hingga tata kelola pembayaran utang perusahaan. Semakin baik fundamentalnya maka semakin baik pula sahamnya.

Kemudian analisa teknikal juga dibutuhkan untuk pembelian saham. Hal ini agar pembeli saham tidak terjebak dan bisa siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk.

"Kombinasi dari fundamental dan teknikal inilah yang menuntun kita ke saham mana yang prospektif," jelas dia.

Sehingga jika ingin membeli saham persiapannya harus dilakukan secara matang. Hal ini untuk meminimalisir kerugian.

"Paling tidak bisa aman dulu deh, kalau mau lebih aman bisa masuk ke bluechip atau juga latihan dulu supaya tidak terlalu deg-degan dengan pergerakan harga. Supaya mental terlatih dulu lah kalau mau terjun ke pasar saham," jelas dia.

Menurut Andy saat ingin berinvestasi di saham usahakan jangan membeli saham dari satu emiten saja, minimal tiga. Hal ini juga untuk meminimalisir potensi rugi.

"Kalau cuma satu emiten saja lalu dia rugi, itu kan bikin kecewa dan panik juga," jelasnya.

lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2