Jokowi Divaksin Perdana, Airlangga: IHSG Tertinggi di ASEAN

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 12:30 WIB
Momen Jokowi DIvaksin Corona
Foto: Momen Jokowi DIvaksin Corona (YouTube Setpres)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level tertinggi di ASEAN setelah proses vaksinasi COVID-19 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilakukan.

IHSG, kata Airlangga berada di level 6435 atau naik 7,63% secara year to date (ytd) atau tahun berjalan dibandingkan negara ASEAN lainnya.

"Sebagai informasi Bapak Presiden, UU Cipta Kerja bersamaan dimulainya vaksinasi oleh Bapak Presiden kemarin, kemarin indeks 6.435, tertinggi di ASEAN ytd 7,63%. Di atas Vietnam yang 7,44% dan Thailand 7,34%," kata Airlangga dalam acara Pertemuan Koordinasi Tahunan dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan TPPT Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Kamis (14/1/2021).

IHSG hari ini dibuka hijau. IHSG dibuka menguat 19 poin (0,32%) dan tembus ke level 6.455. Sementara itu nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini ada di level Rp 14.055.

Pada perdagangan Kamis (14/1), IHSG kemudian melanjutkan penguatan ke level 6.449 alias naik 14 poin (0,25%). Sedangkan indeks LQ45 naik 3 poin ke 1.006.

Perlu diketahui, Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang divaksinasi menggunakan vaksin Sinovac. Mantan Wali Kota Solo tersebut mengatakan, vaksinasi sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Corona dengan perlindungan yang diberikan vaksin itu sendiri. Sehingga, vaksinasi ini bisa memberikan perlindungan kesehatan dan juga mempercepat pemulihan ekonomi Tanah Air..

"Vaksinasi COVID-19 penting kita lakukan untuk memutus rantai penularan virus Corona ini dan memberikan perlindungan kesehatan kepada kita, dan keselamatan, keamanan bagi kita semuanya masyarakat Indonesia dan membantu percepatan proses pemulihan ekonomi," jelas Jokowi seperti yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1/2021).

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa protokol kesehatan pencegahan COVID-19 tak boleh ditinggalkan. Protokol kesehatan itu masih harus dijalankan seperti mengenakan masker saat beraktivitas di mana pun, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak.

Ia menegaskan, vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi tersebut sudah memperoleh izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jokowi juga mengatakan, vaksin itu sudah memperoleh fatwa halal dari MUI.



Simak Video "Jokowi Targetkan 70 Juta Orang Sudah Divaksin Pada Juli Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)