Emiten Jarum Suntik IRRA Ubah Laporan Keuangan Dua Kali, Ada Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 14:41 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Perusahaan produsen jarum suntik PT Itama Ranoraya Tbk yang memiliki kode saham IRRA melakukan perubahan laporan keuangan secara diam-diam. Perubahan itu dilakukan pada laporan keuangan periode Juni dan September 2020.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (13/1/2021) dalam laporan keuangan yang diterbitkan IRRA di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan terpantau melakukan revisi sebanyak 1 kali untuk laporan keuangan paruh pertama 2020.

Pada laporan keuangan yang dipublikasikan 30 Juli 2020, aset perusahaan selama semester pertama 2020 mencapai Rp 270,52 miliar, dan berubah menjadi Rp 270,29 miliar pada revisi yang diterbitkan 11 Desember 2020.

Selanjutnya, revisi juga dilakukan untuk jumlah liabilitas yang awalnya Rp 101,21 miliar berubah menjadi Rp 100,99 miliar.

Yang cukup signifikan adalah pada laporan laba rugi, yang awalnya tercatat laba bersih semester I-2020 sebesar Rp 9,69 miliar berubah menjadi Rp 3,7 miliar atau mengalami penurunan sekitar 61,8%.

Perubahan ini tertuang pada pos pendapatan lain-lain. Awalnya IRRA mencatat pendapatan lain-lain Rp 7,8 miliar sebelum revisi dan berubah menjadi Rp 1,8 miliar atau turun 76%.

Berikutnya, revisi yang sama juga dilakukan pada laporan keuangan kuartal III-2020. Bahkan, periode ini, IRRA sempat dua kali melakukan revisi keuangan.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

(dna/dna)