Mau Main Saham? Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2021 18:00 WIB
Ilustrasi Investasi Saham DetikX
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
Jakarta -

Investasi saham sedang tren, terutama di kalangan muda yang aktif di media sosial. Ramainya rekomendasi saham dari sejumlah pegiat atau influencer di media sosial ternyata meningkatkan daya tarik masyarakat untuk berinvestasi saham.

Di sisi lain, untuk memulai berinvestasi saham juga semakin mudah dengan adanya layanan online. Mulai dari membuka rekening dana nasabah (RDN) atau juga biasa disebut rekening dana investor (RDI) bisa dilakukan secara daring.

Namun, sebelum memulai berinvestasi saham, ada 5 hal yang harus dicatat oleh detikers, sebagai berikut:

1. Memiliki Pengetahuan Tentang Saham

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, poin terpenting sebelum berinvestasi saham adalah memiliki pengetahuan tentang saham. Detikers yang nantinya akan menjadi investor harus mengetahui bahwa membeli saham artinya membeli beberapa bagian dari sebuah perusahaan.

"Sekarang kita membeli saham itu kita harus memahami kita membeli perusahaan. Jadi bukan saham saja. Dan saham itu bukan angka-angka saja, bukan harga-harga, tetapi perusahaan," kata Hans kepada detikcom, Sabtu (16/1/2021).

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina juga mengatakan hal serupa.

"Yang paling pertama harus dilakukan jika ingin mulai berinvestasi saham adalah investasi ilmu. Belajar dahulu pengetahuan dasar tentang pasar modal melalui kelas edukasi seperti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang juga sering MNC Sekuritas selenggarakan secara gratis dan online," kata Susy.

2. Siapkan Dana

Kemudian, untuk memulai berinvestasi saham seorang calon investor harus menyiapkan dana. Hans Kwee menegaskan, dana yang digunakan untuk berinvestasi sebaiknya adalah dana yang memang tak dibutuhkan untuk kebutuhan yang penting.

"Sebaiknya investasi itu memakai dana lebih. Jadi dana yang benar-benar tidak untuk dipakai untuk hal-hal yang lain dan tidak dibutuhkan dalam waktu dekat. Kalau uangnya dibutuhkan untuk berobat, beli rumah, atau pernikahan, atau sesuatu yang mendesak jangan digunakan untuk investasi," kata Hans.

Dihubungi secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, idealnya dana yang disiapkan untuk investasi ialah sebesar 20-25% dari penghasilan bulanannya.

"Jadi nilailah investasi (saham) sesuai dengan nilai kantong. Jangan dipaksakan. Tapi pastikan yang namanya investasi, setting di 20-25% dari sumber pendapatan," ujar Nico.

Lanjut halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2