Ngenes! Investor Baru Lupa Diri Beli Saham Pakai Modal Nikah

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 17 Jan 2021 18:21 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Muncul lagi fenomena dari investor saham baru yang membeli saham menggunakan uang panas, seperti pinjaman online. Bahkan, ada yang pakai uang modal nikah. Minimnya edukasi membuat mereka nekat melakukan hal yang memiliki risiko yang sangat tinggi.

Founder WH Project, William Hartanto menyebut hal itu sebagai fenomena lupa diri. Bukan hanya uang dari hasil utang, dia juga sering mendapatkan keluhan investor yang membeli saham menggunakan uang modal nikah.

"Ini fenomena lupa diri. Saya sudah sering ketemu kasus begini, ada yang uang modal nikah pun ditaruh di saham berakhir rugi," tuturnya kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Padahal dengan menggunakan utang pinjol untuk membeli saham sama saja menambah dua kali lipat risiko investasi. Sebab bagaimana pun saham merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, sementara utang pinjol juga mengandung risiko dari sisi bunga yang mencekik.

Oleh karena itu, menurut William seharusnya investasi ataupun trading saham harus menggunakan uang dingin. Sehingga ketika risiko muncul biaya hidup tidak terganggu.

"Sumber uang harus uang dingin, walaupun nilainya kecil, asalkan rutin profit pasti bertambah juga," tambahnya.

William pun mengingatkan untuk trading saham jangan pernah asal beli tanpa adanya analisa terlebih dahulu. Perhatikan profil perusahaan, termasuk fundamental dan hindari saham gorengan.

"Pastikan likuiditas perdagangan saham tinggi, jangan yang bid-nya hilang mendadak alias saham gorengan. Selalu analis timing untuk beli dan jual. Perusahaan paling bagus sekalipun harga sahamnya sesekali pasti bisa drop, jadi jangan asal beli," terangnya.

(das/dna)