Yang Bikin Investor Sampai Bela-belain Beli Saham Pakai Utang

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 18 Jan 2021 14:29 WIB
Ilustrasi aplikasi saham
Ilustrasi/Foto: Fuad Hasim/detikcom
Jakarta -

Banyak yang bilang pasar modal Indonesia tengah berbulan madu. Isinya kebanyakan orang-orang yang lagi jatuh cinta dan dibuat buta dengan kemolekan saham-saham yang memberikan cuan besar.

Tapi fenomena 'bulan madu' di pasar saham ini ternyata menimbulkan fenomena-fenomena baru. Misalnya tiba-tiba ramai tokoh, artis hingga influencer berbicara saham. Ada yang pamer portofolio ada juga yang sering berbisik di medsos tentang rekomendasi saham ala-ala.

Nah kemarin muncul lagi fenomena baru yang buat geleng-geleng pelaku pasar. Di medsos ramai postingan sebuah foto yang berisi penggalan beberapa tangkapan layar pesan singkat yang berisi investor mengeluh beli saham pakai uang panas.

Dalam postingan itu ada ngeluh beli saham pakai isinya ada yang mengaku meminjam hingga 10 aplikasi pinjol hingga Rp 170 juta untuk membeli 500 lot saham ANTM. Ada juga yang membeli saham KAEF dengan menggunakan uang arisan dan uang titipan ibu-ibu PKK. Ada juga yang beli saham dengan menggadaikan tanah dan BPKB mobil.

Jika ditarik dengan sepertinya ada benang merah yang terjadi dari rentetan fenomena itu. Pertama ada fenomena penambahan jumlah investor ritel pasar modal yang meningkat drastis di tahun pandemi. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor pasar modal yang meningkat 56% di sepanjang 2020 menjadi 3,87 juta.

Pemerhati dan Praktisi Pasar Saham, Desmond Wira menilai keanehan itu terjadi dikarenakan pandemi COVID-19 yang membuat susah banyak orang justru mendorong orang untuk mencari sumber pemasukan lainnya. Banyak orang pun berpikir pasar saham merupakan jalan pintas untuk menjaring uang dengan mudah.

"Kebetulan saat pandemi banyak orang yang tinggal di rumah, berusaha mencari penghasilan tambahan. Salah satu yang dilirik pasar saham yang kebetulan setelah anjlok dalam saat pandemi, lalu rebound tajam. Ini sangat menarik terutama orang awam. Easy money dianggapnya," tuturnya kepada detikcom, Senin (18/1/2020).

Kebetulan pasar saham tengah rebound setelah anjlok parah diterpa pandemi COVID-19 di kuartal I-2020. Banyak saham-saham yang terbang tinggi, membuat investor newbie itu semakin jatuh cinta dengan kemolekan saham-saham di pasar modal.

Selanjutnya
Halaman
1 2