Enaknya! Karyawan BRI Dapat 16,4 Juta Saham Hasil Buyback

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 18:35 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hari ini menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui BRI mengalihkan saham hasil buyback sebanyak 16,4 juta lembar untuk menjadi kepemilikan karyawan.

Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk melaksanakan program kepemilikan saham karyawan atau management and employee stock option program (MESOP).

"Menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali atau buyback yang disimpan sebagai saham treasury atau treasury stock sebanyak-banyaknya 16.400.000 lembar saham dalam rangka pelaksanaan program kepemilikan saham pekerja," kata Sunarso dalam RUPSLB virtual, Kamis (21/1/2021).

RUPSLB itu juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan untuk menyesuaikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

"Menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, antara lain dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan OJK nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana Penyelenggaraan Perusahaan Terbuka, dan POJK nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS perusahaan terbuka secara elektronik," ungkapnya.

Lalu, pemegang saham BRI juga mengukuhkan pemberlakuan Peraturan Menteri (Permen) BUMN RI No. PER-08/MBU/12/2019 tanggal 12 Desember 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN beserta perubahannya. Dan juga mengukuhkan Peraturan Menteri BUMN RI No. PER-11/MBU/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak Manajemen Tahunan Direksi Badan Usaha Milik Negara beserta perubahannya.

RUPSLB itu juga mengumumkan pemberhentian empat direksi BRI, antara lain Direktur Kepatuhan Wisto Prihadi, Direktur Bisnis Kecil, Ritel, dan Menengah Priyastomo, Direktur Keuangan Haru Koesmahargyo, serta Direktur Human Capital Herdy Rosadi Harman. Kemudian, ada perubahan nomenklatur di dewan direksi, dan juga perombakan beberapa posisi di dewan komisaris.

(ara/ara)