Jaga Rupiah, BI Ubah Mekanisme Kurs JISDOR

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 09:59 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) akan melakukan percepatan pendalaman pasar keuangan melalui penguatan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Penguatan JISDOR akan berlaku efektif pada tanggal 5 April 2021.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan JISDOR merupakan acuan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) guna meningkatkan kredibilitas pasar valas domestik dan mendukung stabilitas nilai tukar di Indonesia.

"Penguatan JISDOR mencakup metodologi, periode pemantauan transaksi dan waktu penerbitan," kata dia, ditulis Jumat (22/1/2021).

Dari keterangan BI, JISDOR merupakan kurs referensi yang merepresentasikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari transaksi antar bank di pasar valuta asing termasuk transaksi dengan bank di luar negeri.

Dengan penguatan JISDOR ini maka disesuaikan waktu pengumpulan data transaksi pembentukan JISDOR. Dari sebelumnya sejak pukul 08.00-09.45 WIB menjadi 08.00-16.00 WIB.

"Sehingga JISDOR mencerminkan transaksi spot yang terjadi sepanjang hari," tulisnya.

Kemudian waktu penerbitan JISDOR juga akan disesuaikan dari yang semula pukul 10.00 WIB menjadi 16.15 WIB. Dalam periode penyesuaian waktu operasional pasar valuta asing domestik terkait pandemi COVID-19 maka rentang waktu perhitungan JISDOR akan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB dan JISDOR akan terbit pada 15.15 WIB.

Kemudian JISDOR didapatkan dengan melakukan penghitungan rata-rata tertimbang (weighted average) berdasarkan volume transaksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot.

(kil/ara)