Terkoreksi 48 Poin, IHSG Parkir di 6.258

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 16:14 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup negatif 48 poin (0,7%) ke level 6.258. Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sore ini ada di level Rp 14.019.

Pada pra perdagangan, Senin (25/1/2020), IHSG naik 15 poin (0,24%) ke level 6.322. Sedangkan indeks LQ45 menguat 3 poin (0,3%) ke level 994.

Membuka perdagangan, IHSG berbalik melemah 6 poin (0,1%) ke level 6.301. Dan indeks LQ45 juga melemah 3 poin (0,3%) ke level 988.

Hingga sore hari, IHSG terkoreksi 48 poin (0,7%) ke level 6.258. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,6 poin (0,37%) ke 987.

Perdagangan saham ditransaksikan 1,2 juta kali dengan nilai Rp 17 triliun. Sebanyak 123 saham menguat, 383 saham turun, dan 128 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 30,996.98 (-0.57%), NASDAQ ditutup 13,543.06 (+0.09%), S&P 500 ditutup 3,841.47 (-0.30%).

Pergerakan didukung Presiden Biden yang mendorong stimulus program senilai US$1.9 tn yang kemungkinan ditolak oleh kongres republikan. Hal tersebut mencetus kontroversi dari para investor, di mana semakin banyak stimulus yang dikeluarkan, maka akan mendorong inflasi jauh lebih tinggi.

Hal tersebut akan mengakibatkan The Fed untuk meningkatkan suku bunga dan mengurangi dukunganya kepada bursa. Sedangkan di Asia, bursa dibuka bercampur. Dimana bursa saham Jepang melemah, tetapi bursa saham Korea menguat. Investor akan terus memperhatikan pergerakan harga minyak dunia sebagai tumpuan pergerakan harga komoditas.

Berikut pergerakan bursa Asia sore ini:

  • Indeks Nikkei bertambah 190 poin ke 28.822
  • Indeks Hang Seng naik 711 poin ke 30.159
  • Indeks Shanghai menguat 17 poin ke 3.624
  • Indeks Strait Times melemah 18 poin ke 2.972


Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)