5 Fakta CMNP yang 'Terbelit' Gugatan Tommy Soeharto

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 08:00 WIB
Tommy Soeharto membuka multi grosir alias supermarket grosir di Cibubur. Putra dari Presiden ke-2 Indonesia Soeharto itu membuka supermarket bernama GORO.
Tommy Soeharto/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Rp 56 miliar. Gugatan ini dilayangkan terkait penggusuran bangunan miliknya di kawasan proyek Tol Depok-Antasari (Desari).

Dalam gugatannya yang tercantum dalam sipp.pn-jakartaselatan.go.id disebutkan pihak Tommy menggugat Pemerintah Republik Indonesia cq Kementerian Agraria dan tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Kemudian Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta cq Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Kemudian Pemerintah Republik Indonesia cq Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Cq Kepala Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Depok-Antasari. Selanjutnya Stella Elvire Anwar Sani, Pemerintah Republik Indonesia cq pemerintah Daerah Khusus Daerah Ibu Kota Jakarta cq pemerintah wilayah Kecamatan Cilandak dan PT Citra Waspphutowa.

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sendiri tak luput dalam pembahasan gugatan ini. Berikut penjelasannya:

1. Induk Citra Waspphutowa

Dari penelusuran detikcom PT Citra Waspphutowa (CW) adalah perusahaan yang menjadi pengembang jalan tol yang didirikan pada 5 Agustus 2009. Kemudian memegang hak pengusahaan jalan tol untuk segmen Depok-Antasari dengan jangka waktu konsesi selama 40 tahun.

Saat ini CMNP memegang saham 62,50% di Citra Waspphutowa, sisanya dipegang PT Waskita Toll Road 25% dan PT PP Tbk 12,50%.

2. Berdiri Tahun 1987

Dikutip dari laman resmi id.citramarga.com CMNP ini didirikan pada 13 April 1987 adalah sebuah konsorsium yang terdiri dari sejumlah BUMN dan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang infrastruktur, khsusunya pengusahaan jalan tol dan bidang terkait.

CMNP ini adalah yang membuka era baru kemitraan masyarakat dan swasta untuk pengusahaan jalan tol, melalui pembangunan jalan tol ruas Cawang - Tanjung Priok (North South Link / NSL) sepanjang 19,03 km. Kemudian CMNP juga membangun jalan tol ruas Tanjung Priok - Jembatan Tiga/Pluit (Harbor Road/HBR) sepanjang 13,93 km).

Seiring dengan tuntutan ekspansi usaha, CMNP telah berubah statusnya menjadi perusahaan terbuka sejak 10 Januari 1995, yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh masyarakat.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2