IHSG Kena Double Kill Makanya Anjlok 2%

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 21:50 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini disebabkan oleh banyak faktor. IHSG ditutup pada level 5.979 atau merosot 129 poin atau 2,12%.

Analis Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan faktor utama yang menyebabkan turunnya IHSG berasal dari luar maupun dalam negeri.

"Penurunan indeks karena banyak sentimen negatif dari eksternal ataupun internal," kata Sukarno saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Faktor yang berasal dari eksternal, dikatakan Sukarno dikarenakan hampir seluruh indeks saham di Asia mengalami penurunan karena adanya kekhawatiran tentang percepatan proses vaksinasi COVID-19 secara global.

Tidak hanya itu, Sukarno mengatakan, progres penyelamatan fiskal Amerika Serikat (AS) di tangan Presiden Joe Biden pun sangat ditunggu oleh pelaku pasar

Sementara yang berasal dari dalam negeri yang mempengaruhi laju IHSG, Sukarno mengatakan berasal dari peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 dan belum adanya kemajuan proses vaksinasi.

"Double kill. Euforia vaksin saat ini sudah habis karena investor lebih melihat kemanjurannya nanti akan seperti apa," ungkapnya.



Simak Video "Perdana di Lantai Bursa, Miniso Cuan Hampir 9 Triliun Rupiah!"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)