BUMN Mau IPO, BEI Siap Lakukan Pendampingan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 12:25 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa ada 12 perusahaan negara yang siap melantai di pasar modal. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) siap menyambut untuk kedatangan mereka.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihak BEI selalu membuka pintu selebar mungkin jika BUMN ingin IPO.

"BEI menyambut baik BUMN dan entitas anak untuk dapat melakukan IPO serta menjadi Perusahaan Tercatat di BEI," ucapnya kepada awak media seperti dikutip Minggu (7/2/2021).

Tak hanya itu, Nyoman menyatakan bahwa BEI siap memberikan dukungan mulai dari pendampingan hingga semua informasi yang dibutuhkan para BUMN maupun anak usahanya yang ingin melakukan IPO.

"Kami pun dengan senang hati memberikan dukungan kepada BUMN dan Entitas Anak untuk mendapatkan informasi terkait dengan IPO dengan serangkaian kegiatan edukasi/pendampingan kepada manajemen dan tim perusahaan," tegasnya.

Nyoman pun memberikan wejangan jika BUMN ingin mejeng di pasar modal, dia berpesan agar para BUMN nantinya senantiasa meningkatkan kinerja positifnya. Lalu selalu patuh terhadap regulasi dan ketentuan yang berlaku, serta mengedepankan transparansi kepada investor publik.

Namun menurut catatan BEI dalam pipeline IPO hingga 4 Februari 2021 ada 27 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham BEI. Dari daftar itu ternyata belum ada yang berasal dari perusahaan negara baik BUMN maupun anak dan cucunya.

Berikut rincian 27 perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO:



4 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
2 Perusahaan dari sektor Industrials;
3 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
6 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
3 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
3 Perusahaan dari sektor Technology;
2 Perusahaan dari sektor Infrastructures;
1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistics;
1 Perusahaan dari sektor Energy;
2 perusahaan yang sektor/klasifikasi masih dalam proses evaluasi

Saksikan juga 'Jokowi Lantik Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi':

[Gambas:Video 20detik]



(das/zlf)