Surat Utang Sudah Cair, Garuda Dapat Modal Rp 1 T

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 14:23 WIB
Garuda Ganti Jubah Tema Vaksin COVID-19
Foto: Dok. Garuda Indonesia
Jakarta -

PT Garuda Indonesia Tbk telah menerbitkan obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 8,5 triliun sejak Desember 2020 lalu. Pencairan dananya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sudah cair Rp 1 triliun.

"Dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp 1 triliun yang telah kami selesaikan proses pencairannya pada pertengahan kuartal 1 tahun ini, tentunya menjadi momentum tersendiri bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja sejalan dengan kinerja fundamental operasional Perusahaan yang secara konsisten terus menunjukkan pertumbuhan yang positif," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021).

Dana tersebut digunakan untuk mendukung likuiditas, solvabilitas, serta pembiayaan operasional perusahaan. Hal itu menyesuaikan kesepakatan Garuda dengan Kementerian BUMN RI dan Kementerian Keuangan RI melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku pelaksana investasi.

Untuk penerbitan OWK Rp 8,5 triliun secara keseluruhan, tenornya maksimal 7 tahun. Khusus untuk pencairan dana tahap pertama ini, tenornya ialah 3 tahun. Adapun penerbitan OWK tersebut sejalan dengan implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut perusahaan, pencairan dana hasil penerbitan OWK itu telah memperhitungkan kebutuhan modal kerja perusahaan dalam jangka pendek dan menengah.

"Tentunya kami lakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG), sehingga penggunaan dana hasil OWK ini dapat berjalan tepat guna sesuai kebutuhan perusahaan," tulisnya.

Selain itu, pada aspek pengelolaan biaya produksi, perusahaan tercatat telah melakukan negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya. Dengan demikian, perusahaan menghemat biaya per bulan hingga US$ 15 juta atau sekitar Rp 210 miliar (kurs Rp 14.000).

"Dengan kinerja perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia, kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini akan dapat menunjang fokus akselerasi kinerja Perseroan secara konsisten," tutup Irfan.

Simak video 'Rancangan Busana Baru untuk Awak Kabin Garuda':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)