Dear Investor Newbie, Sudah Tahu di Pasar Modal Ada 2 'Makhluk' Ini?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 14 Feb 2021 12:12 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Berbagai karakter dari jutaan pelaku pasar modal sebenarnya terkelompok menjadi dua 'makhluk'. Keduanya memiliki sifat yang berbeda meskipun memiliki tujuan yang sama yakni cuan.

Nah buat investor yang baru terjun di pasar modal alian newbie harus kenalan dulu dengan dua makhluk itu. Karena kalian akan menjadi salah satu dari makhluk itu, atau malah bisa menjadi keduanya.

Kedua makhluk yang dimaksud itu adalah investor dan trader. Keduanya memiliki sifat dan strategi yang sangat berbeda dalam mencari cuan di pasar modal.

Melansir berbagai sumber, investor merupakan masyarakat pasar modal yang cenderung melakukan investasi. Tujuan mereka berinvestasi dengan pola pikir membeli bisnis, bukan membeli saham.

Dalam memilih salah mereka sangat menitikberatkan pada fundamental emitennya, sebab mereka akan berinvestasi jangka panjang. Bukan bulanan, mereka akan menempatkan dananya di saham tertentu dalam jangka waktu tahunan.

Nah karena jangka panjang, yang mereka bidik tentunya capital gain yang cukup besar. Namun mereka juga berharap bisa mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan perusahaan setiap tahunnya.

Sedangkan trader tentu memiliki sifat sebaliknya. Mereka berburu capital gain atau kenaikan harga saham dalam jangan pendek.

Target mereka adalah saham-saham yang sangat aktif bergerak. Para trader cenderung aktif melakukan jual-beli di pasar karena investasinya jangka pendek.

Investasi jangka pendek juga beragam ada yang bersifat swing trading. Mereka akan memegang 1 saham paling lama 1 bulan.

Kemudian ada yang lebih lama lagi, mereka akan bertahan lebih lama sebelum saham yang dia beli menghasilkan cuan. Paling lama 3-6 bulan.

Trader kurang melirik saham dengan kapitalisasi yang besar, sebab pergerakan saham big cap biasanya cenderung lambat dan tidak seliar saham second liner.

Tapi terkadang juga ada saham big cap yang bergerak cukup cepat. Saham seperti itu juga bisa masuk dalam portofolio seorang trader. Sebab trader akan sangat memperhatikan supply and demand serta volume transaksi sebuah saham.

Saksikan juga 'OJK Sebut Pasar Modal Indonesia Mulai Bangkit':

[Gambas:Video 20detik]



(das/zlf)