Pengangguran di AS Melonjak, Wall Street Langsung Menukik

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 09:16 WIB
Rambu jalan menunjuk bursa saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Wall Street tercatat kompak turun, Kamis (18/2). Hal itu disebabkan oleh data angka pengangguran AS yang makin melonjak.

Dikutip dari CNBC, Jumat (19/2/2021) Dow Jones Industrial Average turun 119,68 poin, atau 0,4% menjadi 31.493,34, tergelincir dari rekor tertinggi. S&P 500 merosot 0,4% menjadi 3.913,97, anjlok tiga hari berturut-turut. Nasdaq Composite tergelincir 0,7% menjadi 13.865,36.

Selain itu, saham-saham perusahaan besar juga ikut turun. Saham Walmart turun 6,5% setelah pendapatan kuartal IV-2020 kurang dari perkiraan Wall Street. Peritel besar itu pun melihat pertumbuhan penjualan melambat tahun ini.

Saham Apple juga turun 0,9% lagi. Saham raksasa teknologi itu turun 4,2% sepanjang minggu ini. Sementara, saham Tesla merosot 1,4%, membawa kerugian mingguan hingga saat ini menjadi 3,5%.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran terbaru mengisyaratkan kemunduran dalam pemulihan pasar tenaga kerja. Pengajuan pertama kali untuk asuransi pengangguran mencapai 861.000 orang minggu lalu, level tertinggi dalam sebulan dan di atas perkiraan Dow Jones di 773.000.

"Ini bisa menjadi hambatan kecil karena kecepatan vaksinasi terus meningkat dan kasus menurun di seluruh negeri," kata Kepala Investasi Petugas di E-Trade Financial, Mike Loewengart.

Kepala investasi di Cornerstone Wealth, Cliff Hodge percaya, kesepakatan stimulus baru dapat memberikan harapan baik untuk pasar tenaga kerja. Mengingat tunjangan pengangguran gelombang pertama dapat meningkatkan pemasukan dan tabungan orang AS.

"Kami sangat yakin bahwa stimulus tambahan akan langsung masuk ke dalam perekonomian," katanya.

(eds/eds)