Fortis Investasi 20% Reksa Dana Terproteksi di Saham Global

Fortis Investasi 20% Reksa Dana Terproteksi di Saham Global

- detikFinance
Kamis, 16 Feb 2006 13:12 WIB
Jakarta - Pengelola reksa dana, PT Fortis Investment mulai menawarkan reksa dana terproteksi. Sebesar 20 persen akan diinvestasikan pada saham blue chip di AS, Eropa dan Jepang Sebagian besar atau 80 persen reksa dana terproteksi ini akan dialokasikan ke Surat Utang Negara (SUN).Demikian diungkapkan oleh Presdir Fortis, Eko Pratomo disela peluncuran reksa dana terproteksi di Hotel Mid Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (16/2/2006).Menurut Eko, pemilihan 20 persen saham blue chip itu untuk memberikan kesempatan alternatif investasi di saham unggulan di luar negeri. "Pemilihan 3 negara tersebut juga untuk diversifikasi produk dan meminimalisir risiko," kata Eko.Saham yang akan dibeli nanti berjumlah sekitar 20 saham yang antara lain Nestle, AT&T, Honda Motor Co Ltd dan Dokomo. Saham-saham ini dipilih karena secara historical kinerjanya sangat baik. Sepanjang 2004-2005 pertumbuhan ke 20 saham itu rata-rata mencapai 44-76 persen. Apalagi beberapa negara asal saham tersebut juga sedang mengalami bullish seperti di Jepang.Reksa dana terproteksi Fortis minimal dijual Rp 10 per juta unit. Untuk penjualan ini, Fortis menargetkan dana kelolaan Rp 500 miliar dan minimal Rp 50 miliar. Dalam penjualan reksa dana terproteksi ini Fortis bekerja sama dengan Citibank Indonesia. Reksa dana ini memiliki lock up period selama 1 tahun 11 bulan. Investor yang akan menjual reksa dana ini dikenakan subscription fee 2 persen Sedangkan keuntungan yang ditawarkan adalah dividen 11 persen pada tahun pertama serta potensi up side dari kinerja 20 saham unggulan sampai 29 persen pada saat jatuh tempo."29 persen itu kalau kinerja rata-rata ke 20 saham itu mencapai 29 persen atau lebih, tapi kalau kurang tidak akan mencapai 29 persen," ujar Eko.Eko juga mengatakan risiko, forex loss dari investasi di 20 saham itu ditanggung oleh investment banking international yang juga menjadi broker saham. Menurut Eko, agen investment banking tersebut memiliki rating AA- (double A minus). (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads