Imbal Hasil Obligasi AS Naik, Aliran Modal Asing ke RI Bisa 'Goyang'

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 11:58 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengkhawatirkan penyesuaian imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (US Treasury) berdampak pada aliran modal asing ke Indonesia.

Bank sentral mewaspadai kebijakan tersebut akan mengganggu keseimbangan portofolio di negara berkembang termasuk Tanah Air.

Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Yoga Affandi mengatakan kenaikan atau penyesuaian imbal hasil US Treasury 10 tahun ini sejalan dengan tren perbaikan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Ini yang agak mengganggu yaitu kenaikan yield US Treasury karena seiring optimisme perbaikan ekonomi AS, yield US Treasury terutama yang 10 tahun mulai meningkat, ini diperkirakan terus meningkat dan ini bisa mengganggu keseimbangan portofolio," kata Yoga dalam webinar Infobank tentang 'Harmonisasi Kebijakan Moneter dan Fiskal', Rabu (24/2/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, yield US Treasury 10 tahun sebesar 1,343%. Imbal hasil tersebut sempat menyentuh level tertinggi di 1,352%. Yoga mengungkapkan penyesuaian atau kenaikan US Treasury tenor 10 tahun merupakan hal yang wajar. Namun, dirinya menyebut BI tetap mewaspadai pergerakan tersebut.

"Memang kalau kita pelajari secara historis kita melihat kenaikan yield ini memang sesuatu yang wajar sehingga dia tidak akan merubah path portfolio inflow kita harap tidak merubah terlalu drastis tahun ini," tegasnya.

Apalagi pihak The Fed akan tetap akomodatif dalam beberapa waktu ke depannya.

"Sehingga ini melegakan dari sisi financial market, setidaknya ini memberikan window of opportunity bagi stabilitas nilai tukar di emerging market termasuk Indonesia," sambungnya.

(hek/ara)