Bursa AS Ditutup di Zona Merah, Apa Sebabnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 26 Feb 2021 09:12 WIB
Persaingan Ketat Penghitungan Suara Pemilu AS, Bursa Saham Seolah Menahan Napas
Foto: DW (News)
Jakarta -

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan saham kemarin. Pelemahan tersebut dipicu peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah yang mengindikasikan suku bunga yang lebih tinggi di masa mendatang.

Dikutip dari CNN, Jumat (26/2/2021), Dow Jones ditutup turun 560 poin atau sebanyak 1,8% pada hari Kamis. Indeks S&P 500 turun 2,4% dan Nasdaq turun 3,5%.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun telah naik hingga 1,52% pada saat penutupan, meningkat 0,13%.

Kebangkitan pasar obligasi sebagian disebabkan oleh asumsi bahwa ekonomi sedang menuju perbaikan dan inflasi akan melonjak lebih tinggi setelah kehidupan masyarakat kembali normal. Kenaikan inflasi ini pada gilirannya dapat memaksa Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Suku bunga yang tinggi membuat perusahaan membayar lebih mahal untuk pinjam uang. Hal itu tidak disukai pasar saham.

"Jika imbal hasil obligasi terus meningkat, ini bisa menjadi berita buruk bagi saham, karena investor yang mencari imbal hasil dapat memperoleh pengembalian yang sama baiknya atau lebih baik dengan memegang utang pemerintah lebih lama," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di ThinkMarkets.

Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell telah berulang kali mengatakan bahwa Fed tidak khawatir tentang lonjakan inflasi yang berlanjut. Meskipun, bank sentral mengharapkan kenaikan harga yang berumur pendek selama musim panas karena ekonomi dibuka kembali sepenuhnya.

The Fed juga menyatakan suku bunga yang lebih tinggi tidak direncanakan untuk beberapa tahun lagi. Tapi, para investor khawatir.

Tonton juga Video: Pagi Ini, Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp 13.900

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)