Ternyata Ada Sentimen Ini di Balik Kinclongnya Bursa Saham Asia

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 01 Mar 2021 10:46 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Bursa Asia kembali menghijau alias menguat pada awal pekan ini setelah pasar obligasi bergerak liar pada pekan lalu. Pasar obligasi saat ini lebih tenang dan adanya kemajuan paket stimulus Amerika Serikat (AS) mendukung pemulihan ekonomi global.

PMI manufaktur China resmi keluar dan angkanya melesat dari perkiraan. Investor lebih mengandalkan berita atau informasi yang positif dari serangkaian data negeri Paman Sam yang akan dirilis pekan ini termasuk stimulus pelonggaran gaji.

Mengutip Reuters, Senin (1/3/2021), sentimen positif bagi pasar saham juga dari vaksin yang diproduksi oleh Johnson & Johnson karena baru disetujui.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1% setelah turun 3,7% pada akhir pekan lalu. Nikkei Jepang menguat 0,2%, NASDAQ berjangka naik 0,8%, dan S&P berjangka naik 0,7%. Imbal hasil atau yield surat utang AS 10 tahun turun menjadi 1,40% dari angka sebelumnya 1,61%.

"Pergerakan obligasi pada hari Jumat masih terasa seperti jeda, daripada katalis pergerakan menuju perairan yang lebih tenang," kata Rodrigo Catril, ahli strategi senior di NAB.

"Pelaku pasar tetap gelisah atas prospek inflasi yang lebih tinggi karena perekonomian ingin dibuka kembali dibantu oleh peluncuran vaksin, tingkat penghematan yang tinggi bersama dengan dukungan fiskal dan moneter yang solid," tambahnya.

(ara/ara)