Top! Jumlah Wanita yang Jadi Pemimpin Makin Banyak, Ini Datanya

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 12:49 WIB
Ilustrasi wanita bekerja
Ilustrasi Perempuan di Manajemen. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Setiap 8 Maret diperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day. Kehadiran para wanita pun semakin berperan besar terutama dalam hal sekarang ini, yang ikut aktif dalam upaya penanggulangan dan pemulihan COVID-19 di berbagai belahan dunia.

Kehadiran para wanita di posisi manajemen perusahaan juga semakin banyak dan dibutuhkan. Menurut laporan tahunan Grant Thornton "Women in Business 2021", jumlah wanita yang memegang posisi manajemen senior di perusahaan secara global telah naik ke angka 31% meskipun pandemi COVID-19 mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia.

"Mengingat kondisi global yang memprihatinkan, hal ini cukup menggembirakan. Perolehan sebelumnya hanya mencapai angka 29% selama 2 tahun berturut-turut," kata CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Senin (8/3/2021).

Hasil survei Grant Thornton menyatakan adanya peningkatan jumlah perempuan yang menduduki jabatan sebagai Chief Executive Officer (CEO) ke 25% dibanding hasil survei tahun lalu yang masih berada di angka 20% di Indonesia.

Posisi senior tertinggi dengan populasi wanita terbanyak di Indonesia dipegang oleh Chief Finance Officer (CFO) sebanyak 56%, yang melampaui perolehan hasil tahun lalu yang berada di angka 48%. Disusul Human Resources Director (HRD) sebanyak 40% dan Chief Information Officer (CIO) sebanyak 31%.

Laporan itu juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 sebagai negara dengan posisi manajemen senior wanita paling banyak secara global. Hasil survei menunjukkan adanya upaya yang dilakukan perusahaan di Indonesia untuk memperbaiki kesenjangan gender di tempat kerja.

Pemimpin perusahaan dinilai perlu menciptakan keragaman gender (perempuan) dan budaya inklusif yang memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk berpendapat.

"Menciptakan lingkungan bisnis inklusif yang mendukung keragaman gender di jenjang kepemimpinan perusahaan tidaklah mudah. Karenanya, para pemimpin bisnis perlu menjalankan strategi ini untuk jangka panjang," ucap Johanna.

(toy/fdl)