Biden Dukung Paket Bantuan COVID-19, Saham Teknologi AS Berguguran

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 08:46 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Saham perusahaan teknologi di Wall Street berguguran setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menunjukkan sikap untuk mendukung paket bantuan Corona (COVID-19).

Hanya Indeks Dow Jones yang naik, lebih dari 300 poin atau 1% karena investor menyambut baik pengesahan Senat terhadap paket bantuan COVID-19 yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi AS. Demikian dilansir CNN, Selasa (9/3/2021).

Sedangkan Indeks S&P 500 turun sekitar 0,5%. Dan aksi jual di saham teknologi berlanjut pada perdagangan Senin, memaksa Nasdaq turun 2,4%.

Faktanya, Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), Salesforce (CRM) dan Intel (INTC) termasuk di antara sedikit saham Dow Jones yang berada di posisi merah. Lalu, Tesla turun 6%, menjadi salah satu penghambat terbesar dalam Indeks S&P 500. Harga saham Tesla (TSLA) sekarang sudah turun hampir 20% sepanjang tahun ini.

Investor tampaknya khawatir tentang apa yang akan terjadi pada saham teknologi ketika terjadi tekanan inflasi dan imbal hasil obligasi menuju lebih tinggi.

Imbal hasil Treasury 10-tahun naik menjadi sekitar 1,6% setelah Senat menyetujui proposal stimulus Presiden Biden US$ 1,9 triliun, dan berpeluang ditandatangani menjadi undang-undang awal pekan ini.

Suku bunga jangka panjang masih relatif rendah, tetapi investor khawatir dengan seberapa cepat imbal hasil obligasi naik. Imbal hasil 10-tahun memulai tahun di kisaran 0,9%, dan beberapa ahli memperkirakan bahwa angkanya akan segera mencapai 2%.

"Kekhawatiran inflasi telah menjadi batu sandungan bagi saham akhir-akhir ini. Karena itu, mungkin ada lebih banyak kelemahan pasar ke depan karena investor bergulat dengan efek stimulus jangka pendek dan panjang," kata kepala strategi investasi untuk Ally Invest, Lindsey Bell dalam laporan hari Senin.

"Saham-saham terbang tinggi seperti saham teknologi dan saham 'stay at home' mungkin akan terkena dampak paling parah," tambahnya. Untuk itu, Zoom (ZM), Teladoc (TDOC) dan Peloton (PTON) semuanya turun secara signifikan pada hari Senin dan semuanya jatuh antara 15% dan 25% hanya dalam seminggu terakhir.

Namun, setidaknya saham ViacomCBS (VIAC) melonjak hampir 13% ke level tertinggi sepanjang masa.

Optimisme terhadap vaksin COVID-19 juga memberikan Wall Street harapan bahwa konsumen dapat segera kembali ke kehidupan yang lebih normal dan melakukan hal-hal seperti pergi ke bioskop, berlibur dan berbelanja lebih leluasa lagi.

Sejalan dengan itu, Disney (DIS), Coca-Cola (KO), Walgreens (WBA) dan Home Depot (HD) termasuk di antara para pemenang di Indeks Dow Jones.

(toy/zlf)