Jelang IPO, Perusahaan Pengiriman Makanan Ini Malah Rugi Rp 4,4 T

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 11:28 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Deliveroo, perusahaan layanan pengiriman makanan yang didukung Amazon mengungkapkan kerugian sebesar £ 223,7 juta atau US$ 309 juta. Itu setara Rp 4,4 triliun (kurs Rp 14.433/US$) pada 2020. Sementara perusahaan berencana melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) di Bursa Efek London.

Kerugian Deliveroo secara substansial lebih kecil dari pada tahun 2019 yang sebesar £ 317 juta. Pendapatan perusahaan naik menjadi £ 4,1 miliar pada 2020, dari £ 2,5 miliar pada 2019.

Tanggal penawaran umum perdana Deliveroo belum diumumkan secara resmi tetapi kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan. Goldman Sachs dan JP Morgan Cazenove telah ditunjuk sebagai koordinator global bersama.

Deliveroo mengatakan akan menggunakan dana segar dari IPO untuk meningkatkan aplikasinya, memperluas dapur khusus pengirimannya, dan mendorong lebih dalam ke pengiriman bahan makanan sesuai permintaan yang saat ini ditawarkan oleh supermarket seperti Waitrose, Co-op, Londis, Aldi dan Carrefour.

Deliveroo juga berencana untuk memberikan £ 16 juta kepada penunggangnya melalui "Dana Terima Kasih" yang baru, dengan beberapa pengendara setia yang akan diberikan pembayaran sebesar £ 10.000. Orang lain akan menerima £ 1.000, £ 500, £ 200, atau £ 100, tergantung pada berapa banyak pesanan yang telah mereka kirimkan. Pembayaran rata-rata adalah £ 440.

Deliveroo saat ini ditaksir bernilai sekitar US$ 10 miliar dalam daftar pasar saham. Perusahaan tersebut mendapat dukungan dari raksasa e-commerce Amazon, juga didukung oleh Durable Capital Partners, Fidelity, T. Rowe Price, General Catalyst, Index Ventures, dan Accel.

Deliveroo yang sempat hampir gagal pada tahun 2020 di tengah tinjauan persaingan terhadap investasi minoritas Amazon, menjadi profitabilitas menjelang akhir tahun berkat lonjakan permintaan yang didorong oleh virus Corona untuk layanan takeout online.

Saat ini, Deliveroo mengklaim memiliki lebih dari 115.000 pedagang makanan dan 100.000 restoran serta jutaan konsumen di 12 negara. Pengajuan menunjukkan bahwa enam juta pesanan dibuat di Deliveroo setiap bulan.

Tonton juga Video: Disebut Tertarik Jadi Perusahaan Publik, Ini Kata Traveloka

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)