Saham Google cs Dibayangi Mimpi Buruk Tahun Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 08:36 WIB
Bursa saham Wall Street di AS
Foto: Reuters
Jakarta -

Pengamat mengkhawatirkan pasar saham di tahun 2021 menjadi mimpi buruk bagi perusahaan raksasa teknologi yang bermarkas di Silicon Valley. Hal itu menyusul adanya kemunduran saham teknologi sama seperti gelembung dot-com di 2000. Big Tech yang dimaksud adalah Google, Facebook, Amazon, Microsoft, dan Apple.

Munculnya fenomena GameStop (GME) hingga aksi Tesla yang memborong Bitcoin harus menjadi pelajaran penting khususnya bagi para pemula di pasar saham.

Mengutip CNN, Rabu (10/3/2021), banyak investor yang membeli saham padahal fundamental perusahaan itu lemah, serta gelembung IPO. Bisa terlihat dari heboh-heboh soal GameStop, terjadi juga pada jaringan bioskop AMC, Express (EXPR), dan KOSS yang sahamnya melonjak begitu saja.

Gelembung IPO ini dikhawatirkan mengenai valuasi yang mahal. Sebab banyak perusahaan yang tidak untung namun tetap ingin IPO. Hal itu mengingatkan kembali kejadian di tahun 2020 di mana terjadi gelembung dot-com.

Kabar baik bagi investor saat ini adalah banyak unicorn besar yang go public melalui IPO atau mencatatkan saham mereka di bursa.

Harga saham perusahaan teknologi top, FAANG, Microsoft (MSFT), dan Tesla saat ini mendominasi S&P 500. Berdasarkan FacSet, S&P 500 sudah diperdagangkan lebih dari 21 sehingga mendekati level puncak pada Maret 2000.

Dengan kata lain, pasar dihargai untuk harga sempurna dan itu akan bermasalah. Sebab, jika saham yang paling meningkat atau bergelembung maka aksi jual bisa berlangsung lama dan kerusakannya parah.

Nasdaq pernah menyentuh level 5.000 di Maret 2020, pencapaian tersebut terjadi setelah berhasil melewati level 3.000 dan 4.000 hanya dalam beberapa bulan. Tapi begitu gelembung dot-com meledak, Nasdaq tidak pernah naik kembali di atas 5.000 hingga Maret 2015.

Dengan begitu, kemunduran singkat di pasar saham tahun lalu setelah dimulainya wabah COVID-19 menjadi sedikit gambaran tentang apa yang akan datang untuk saham teknologi.

(hek/fdl)