Digugat Pailit, Begini Sejarah Sepatu Bata di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 10 Mar 2021 21:00 WIB
Produsen alas kaki PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mulai gencar untuk menjual produknya melalui e-commerce. Tahun ini perusahaan alas kaki tersebut menargetkan memproduksi 4,5 juta pasang alas kaki.
Sepatu Bata/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Sepatu Bata Tbk menghadapi gugatan kepailitan. Seseorang bernama Agus Setiawan telah mendaftarkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atas Sepatu Bata di Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat.

Permohonan gugatan PKPU itu didaftarkan Agus pada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 114/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt.Pst pada Selasa, 9 Maret kemarin. Dia menunjuk Hasiholan Tytusano Parulian selaku kuasa hukum.

Bata sendiri sejak dulu dikenal sebagai pabrikan sepatu ternama di Indonesia. Jutaan pasang alas kaki berhasil diproduksi dan dijual Bata ke seluruh keluarga Indonesia tiap tahunnya.

Lalu bagaimana sejarah berdirinya Bata di Indonesia?

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Rabu (10/3/2021) Bata sendiri sebetulnya merupakan perusahaan asing asal Republik Ceko.

Nama lengkap perusahaannya adalah T&A Bata Shoe Company terdaftar di Zlin, Republik Ceko. Pendirinya adalah Tomáš Bata dan beberapa saudaranya.

Perusahaan sudah dibentuk sejak tahun 1894. Kesuksesan besar Bata pertama kali adalah usai mendapatkan orderan sepatu tentara Austro-Hongaria. Total mereka memproduksi sebanyak 50.000 buah sepatu sepanjang perang tersebut.

Hingga kini produk perusahaan ini hadir di lebih dari 50 negara dan memiliki fasilitas produksi di 26 negara. Sepanjang sejarahnya, perusahaan ini sudah berhasil menjual sebanyak miliaran pasang sepatu.

Di Indonesia pengoperasian penjualan sepatu Bata dijalankan oleh PT Sepatu Bata Tbk. Pabrik perusahaan ini pertama kali berdiri pada tahun 1939 dan saat ini berada di dua tempat, Kalibata dan Medan.

Keduanya menghasilkan 7 juta pasang alas kaki dalam setahun yang terdiri dari 400 model sepatu, sepatu sandal, dan sandal, baik yang terbuat dari kulit, karet, maupun plastik.

Sebelum tahun 1978, status Bata di Indonesia adalah perusahaan asing, sehingga dilarang menjual langsung ke pasar. Bata saat itu hanya menjual melalui para penyalur khusus (depot) dengan sistem konsinyasi.

Hingga akhirnya per 1 Januari 1978, izin dagang Bata dipindahkan menjadi perusahaan nasional Indonesia. Bata pun mendirikan PT Sepatu Bata sebagai perwakilan Bata di Indonesia dan akhirnya bisa menjual langsung sepatu ke pasar sampai sekarang.

Bata makin serius pada bisnisnya di Indonesia. Bahkan, perusahaan PT Sepatu Bata memilih melantai di Bursa Efek Jakarta. Per 1982 perusahaan terdaftar sebagai emiten dengan kode saham BATA.

(hal/hns)

Tag Terpopuler