Bank Asal Swiss Ini Larang Transaksi Saham Perusahaan Cangkang

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 11:32 WIB
Foto ilustrasi: UBS, Bank di Swiss yang jadi klaim tidak benar bahwa bank ini menjadi tempat penyimpanan harta raja-raja Nusantara. (Fabrice Coffrini/AFP)
Foto: UBS Bank
Jakarta -

UBS, bank multinasional dan perusahaan investasi dan layanan keuangan asal Swiss diam-diam melarang penasihat keuangannya untuk menjual saham Special Purpose Acquisition Company (SPAC) kepada klien manajer investasinya.

SPAC merupakan perusahaan cangkang yang dibuat secara khusus untuk menggalang dana melalui IPO dengan tujuan melakukan merger, akuisisi, atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan. Saat ini, penerapan SPAC sudah diterapkan di berbagai bursa global, salah satunya di Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNN, Jumat (19/3/2021) kebijakan pembatasan itu dilakukan karena menyoroti peningkatan risiko bermain di salah satu instrumen yang tengah naik pamor itu. Banyak perusahaan besar termasuk Virgin Galactic, DraftKings, dan Playboy semua go public dengan SPAC.

SPAC telah mengumpulkan lebih dari US$ 80 miliar sejauh ini pada tahun 2021, naik 2.000% dari tahun lalu. Namun keterlibatan atlet, penyanyi, dan politisi di SPAC baru-baru ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan regulator keuangan AS.

Awal bulan ini, UBS memutuskan klien manajemen investasinya akan diizinkan untuk memperdagangkan saham SPAC hanya atas dasar transaksi yang tidak disarankan oleh perusahaan. Dengan kata lain, penasehat UBS tidak diizinkan menelpon klien mereka dan mendorong mereka membeli atau menjual saham SPAC tertentu di pasar terbuka.

Setelah entitas yang baru digabungkan menjadi publik, penasihat UBS akan diizinkan untuk menjual saham tersebut.

Menurut sumber, keputusan itu diambil karena terbatasnya informasi dan penelitian tentang SPAC sebelum mereka bergabung dengan perusahaan swasta.

Memang, sedikit yang diketahui tentang SPAC sampai mereka menentukan perusahaan apa yang akan mereka publikasikan. SPAC tidak memiliki bisnis yang beroperasi, hanya cek kosong dan tim manajemen yang memburu kandidat merger yang tepat.

(das/ara)