Wall Street Semringah Usai Saham Teknologi Melonjak

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 10:29 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street tercatat menguat, Senin (22/2). Hal itu dipicu oleh saham perusahaan teknologi yang melonjak setelah tingginya imbal hasil obligasi.

Mengutip dari Reuters, Selasa (23/3/2021), Dow Jones Industrial Average (.DJI) ditutup naik 103,23 poin, atau 0,32%, pada 32.731,2. S&P 500 (.SPX) naik 27,49 poin, atau 0,70%, menjadi 3.940,59 dan Nasdaq Composite (IXIC) menambahkan 162,31 poin, atau 1,23%, menjadi 13.377,54.

Saham raksasa mobil listrik, Tesla tercatat naik 2,3% menjadi US$ 670 per lembarnya. Lonjakan itu disebut akan terus terjadi hingga saham Tesla seharga US$ 3.000 per sahamnya pada 2025.

Kenaikan saham Tesla, mendorong kenaikan saham di S&P 500 setelah Ark Invest, yang didirikan oleh penjual saham bintang Cathie Wood, menaikkan target harga perusahaan pada hari Jumat. Sementara Tesla diperdagangkan lebih dari 6% lebih tinggi selama sesi sebelum memangkas keuntungan.

Ketua hedge fund Great Hill Capital LLC di New York, Tom Hayes mengatakan ada banyak sekali pertumbuhan di banyak sektor, salah satunya pada saham teknologi.

"Ini akan terlihat seperti teknologi dan pertumbuhan kembali tetapi saya pikir itu akan jauh lebih moderat daripada yang dipikirkan orang," kata Hayes.

Saham teknologi di Nasdaq (.IXIC) melampaui S&P 500 (.SPX) dan Dow. Padahal keduanya pekan lalu membukukan level tertinggi saat gencarnya stimulus Presiden AS Joe Biden dan peluncuran vaksin COVID-19 yang diprediksi akan memulihkan ekonomi Negeri Paman Sam.

"Saham-saham teknologi cukup terpukul dan tidak mengejutkan melihat mereka sedikit pulih dari posisi terendahnya," kata Kepala analis Pasar dan Anggota pendiri TrendSpider, Jake Wujastyk.

Saham Kansas City Southern (KSU.N) melonjak 11,1% setelah Canadian Pacific Railway Ltd (CP.TO) setuju untuk mengakuisisi operator kereta api dalam kesepakatan tunai dan saham senilai US$ 25 miliar untuk membuat jalur kereta api pertama yang mencakup Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Volume di bursa AS adalah 10,91 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 14,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Saham bank yang telah menikmati reli karena prospek ekonomi yang cerah, turun 2,27%. Indeks teknologi S&P 500 (.SPLRCT) melonjak 1,93%, sementara energi (.SPNY) dan keuangan (.SPSY) masing-masing ditutup turun 1,01% dan 1,30%.

ETF iShares MSCI Turki (TUR.O) merosot 18,96% setelah keputusan Presiden Tayyip Erdogan untuk menggulingkan gubernur bank sentral yang hawkish memicu kekhawatiran pembalikan kenaikan suku bunga baru-baru ini.

(eds/eds)