Indeks S&P 500 Bergairah Jelang Pernyataan Powell dan Yellen

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 08:38 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks saham S&P 500 cukup bergairah dalam perdagangan Selasa. Itu terjadi menjelang Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyampaikan pernyataan tentang toleransi untuk imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.

Dilansir Reuters, Rabu (24/3/2021) benchmark S&P 500 dan blue-chip Dow Jones telah menguat sekitar 79% dari titik terendah selama pandemi yang dicapai persis setahun lalu, sementara Nasdaq yang dikuasai perusahaan teknologi sudah naik dua kali lipat.

Dua pejabat ekonomi teratas AS, Powell dan Yellen diharapkan untuk menilai pemulihan yang berkembang lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi di saat yang sama masih menghadapi risiko pandemi virus Corona (COVID-19) dan inflasi. Sidang kongres mereka dimulai pada pukul 12 malam.

Pada pukul 11.35, Dow Jones Industrial Average turun 26,42 poin atau 0,08% menjadi 32.704,78, S&P 500 naik 5,38 poin atau 0,14% menjadi 3.945,97, dan Nasdaq Composite naik 1,40 poin atau 0,01% menjadi 13.378,94.

Sektor keuangan, energi, dan industri turun sekitar 1%, sementara teknologi dan konsumen memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500.

Saham GameStop Corp turun 3,4% menjelang hasil kuartal keempat setelah pasar tutup. Pengecer video game itu mengumumkan keluarnya chief customer officer-nya sebagai tanda terbaru dari perombakan yang lebih luas menjadi perusahaan e-commerce.

ViacomCBS Inc anjlok sekitar 8% setelah perusahaan media tersebut meluncurkan kesepakatan saham senilai US$ 3 miliar guna meningkatkan modal untuk investasi dalam layanan streaming.

Saham penyedia penelusuran internet China Baidu Inc yang terdaftar di AS turun 3% setelah debutnya di Hong Kong karena investor waspada terhadap kesibukan penggalangan dana di kota tersebut dan mempertanyakan rencana pertumbuhan perusahaan.

Simak juga 'AS Tuding AstraZeneca Masukkan Info Lama di Uji Klinis Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)