Aturan Baru! Emiten yang Mau Delisting Wajib Buyback Saham

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 26 Mar 2021 16:50 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peraturan tentang penyelenggaraan kegiatan di bidang pasar modal. Dalam POJK Nomor 3/POJK.04/2021 ini disebutkan regulator juga bisa memerintahkan perusahaan terbuka untuk mengubah status menjadi perseroan yang tertutup.

Hal tersebut tercantum dalam Pasal 66. Namun perintah ini bisa dilakukan dalam kondisi tertentu. Dalam aturan itu juga disebutkan perubahan status wajib disertai dengan tindakan Perusahaan Terbuka untuk memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kemudian mengumumkan kepada masyarakat sesegera mungkin paling lambat 2 hari kerja setelah diterimanya perintah perubahan status dari OJK.

"Melakukan pembelian kembali atas seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik sehingga jumlah pemegang saham menjadi kurang dari 50 Pihak atau jumlah lain yang ditetapkan oleh OJK," tulis aturan tersebut pasal 66 poin C dikutip, Jumat (26/3/2021).

Kemudian perusahaan juga menyampaikan pernyataan bahwa pemegang saham Perusahaan Terbuka telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf c dengan susunan pemegang saham terakhir dari Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Biro Administrasi Efek atau Perusahaan Terbuka yang menyelenggarakan administrasi efek sendiri.

Menanggapi hal tersebut Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Suparji Ahmad menilai jika peraturan ini tak sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bagaimana pandangannya terkait aturan baru OJK ini? klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2