Harga Saham ANTM cs Bakal Melejit Imbas Dibentuknya IBC

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 28 Mar 2021 09:26 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia kini mempunyai holding baterai kendaraan yang bernama Indonesia Battery Corporation (IBC). Holding besutan Menteri BUMN Erick Thohir tersebut terdiri dari MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk.

Peresmian IBC itu ternyata memberikan sentimen positif ke pasar. Pasalnya, setelah IBC berdiri, saham emiten tambang terutama PT Antam Tbk (ANTM) naik 250 poin atau 11,47% ke level Rp 2.430 per lembar saham pada penutupan perdagangan Jumat, (26/3).

Dikutip dari data RTI, Sabtu (27/3/2021), saham ANTM telah diperdagangkan sebanyak 93.037 kali dengan volume perdagangan ANTM mencapai 652,29 juta lot pada perdagangan kemarin, dan menghasilkan nilai transaksi Rp 1,54 triliun. Lalu, kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 58,39 triliun.

Selain ANTM, saham emiten tambang lainnya juga 'ngegas'. Misalnya seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kemarin, INCO dibuka pada level Rp 4.410, dan naik 320 poin atau 7,34% ke level Rp 4.680 pada penutupan perdagangan.

Saham INCO telah diperdagangkan sebanyak 19.381 kali dengan volume perdagangan 80,07 juta lot, dan menghasilkan nilai transaksi Rp Rp 367,92 miliar. Kapitalisasi pasar saham INCO mencapai Rp 46,5 triliun.

Tak lupa juga dengan saham BUMN tambang lainnya yakni PT Timah Tbk (TINS) juga melambung setelah dibentuknya IBC. Harga saham TINS dibuka pada level Rp 1.690 pada perdagangan kemarin, lalu naik 90 poin atau 5,42% pada penutupan perdagangan ke level Rp 1.750/lembar.

Saham TINS telah diperdagangkan sebanyak 33.325 kali, dengan volume perdagangan 195,78 juta lot, sehingga menghasilkan nilai transaksi Rp 338,04 miliar. Lalu, kapitalisasi pasar TINS mencapai Rp 13.03 triliun.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3