Credit Suisse dan Nomura Terancam Rugi Triliunan, Kok Bisa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 11:25 WIB
Credit Suisse Pangkas Karyawan
Foto: Reuters
Jakarta -

Sejumlah bank besar di dunia berpotensi mengalami kerugian miliaran dolar AS atau triliunan rupiah. Hal ini karena perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS) Archegos Capital yang melakukan penjualan saham akibat masalah keuangan.

Dikutip dari CNN Business Nomura (NMR) dan Credit Suisse (CS) menyebutkan jika kemungkinan akan terjadi masalah yang serius ketika klien tersebut gagal melakukan margin call pada minggu lalu.

Hal ini menyebabkan saham kedua bank besar ini rontok dan menggerus nilai kapitalisasi pasar mereka sampai miliaran dolar AS.

Padahal margin call oleh broker mengharuskan klien untuk menambahkan dulu dana ke rekening jika terjadi penurunan nilai. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka broker bisa menjual saham klien dan melikuidasi kepemilikan untuk menutupi kekurangan tersebut.

Namun tidak ada bank yang mengidentifikasi adanya klien yang gagal dalam proses margin call. Tapi seorang sumber menyampaikan kepada CNN Business jika Archegos sebuah perusahaan yang berbasis di New York merupakan penyebab kerugian Credit Suisse.

Archegos juga diduga sebagai penyebab Nomura merugi. Seperti dikutip dari laporan Bloomberg perusahaan yang didirikan oleh Bill Hwang ini tidak memberikan pernyataan apapun.

Sumber CNN juga menyebutkan jika masalah Archegos dengan Goldman Sachs adalah masalah kredit macet. "Kami memantau siuasi dan terus berkomunikasi dengan pelaku pasar sejak pekan lalu," kata juru bicara Komisi Sekuritas dan Bursa dikutip dari CNN, Selasa (30/3/2021).

Selain Nomura dan Credit Suisse saham investment bank seperti Goldman Sachs (GS), Morgan Stanley (MS) dan Deutsche Bank (DB) juga turun pada Senin. Ketiganya tidak memberikan komentar apapun terkait rontoknya saham tersebut.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)