Diwarnai Sederet Aksi Teror, Sepekan IHSG Nyungsep

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 02 Apr 2021 16:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini tercatat melemah. Ada dua kejadian aksi teror yang cukup memberikan pengaruh terhadap pasar modal.

Pada Minggu 28 Maret 2021 terjadi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Kemudian pada Rabu 31 Maret 2021 terjadi penyerangan di Mabes Polri.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang pekan ini IHSG selama sepekan ini tercatat turun 2,97% dari level 6.195,562 di minggu sebelumnya ke level 6.011,456.

Rata-rata frekuensi harian juga mengalami penurunan sebesar 8,96% menjadi 1.003.634 kali dibandingkan pada penutupan pekan sebelumnya 1.102.435 kali transaksi.

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga mengalami penurunan sebesar 0,60% dari Rp 10,692 triliun menjadi Rp 10,628 triliun. Nilai kapitalisasi pasar juga turun 2,85% dari Rp 7.309,9 triliun menjadi sebesar Rp 7.101,43 triliun.

Meski begitu IHSG di perdagangan terakhir minggu ini Kamis (1/4) ditutup positif di level 6.011,456.

Sebelumnya Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menilai sederet aksi teror yang terjadi belakangan ini bisa mempengaruhi kepercayaan investor asing. Investor asing dapat terganggu karena rentetan aksi teror yang terjadi dalam waktu singkat, dimulai dari aksi bom bunuh diri di Makassar.

"Aksi teror dan musibah kebakaran yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini mengurangi kepercayaan investor asing. Selain itu investor mencari aman pada saham-saham yang telah memiliki tingkat performance yang tinggi sejak akhir tahun lalu dari rebalancing portofolio institusi kuartal pertama tahun 2021," jelas Lanjar.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)