IHSG Diprediksi Menguat, Bisa Balik Lagi ke 6.000

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 08:51 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah di level 5.985,52 (-1,41%). Pergerakan didorong oleh sektor industri dasar (-2,76%) dan keuangan (-2,28%).

IHSG ditutup melemah dibayangi oleh kenaikan yield obligasi Amerika Serikat (AS). Selain itu dibayangi kekhawatiran BP Jamsostek yang akan merombak porsi investasinya di pasar modal.

Sementara bursa AS ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 32.981,55 (-0,26%), NASDAQ ditutup 13.246,87 (+1,54%), S&P 500 ditutup 3.972,89 (+0,36%).

Investor masih wait and see menanti sosialisasi rencana Presiden AS Joe Biden terkait rencana infrastruktur yang memiliki nilai triliunan dolar AS. Selain itu investor mengantisipasi data ekonomi yang akan diumumkan pada hari kamis terkait data pengangguran AS dan manufaktur serta konstruksi.

Di sisi lain, bursa Asia dibuka menguat setelah data Tankan business sentimen survei dari jepang mencapai 5, lebih tinggi dari prediksi yaitu 0. Selanjutnya investor menanti data survei private untuk PMI di China.

Sebelumnya data resmi dari survey PMI pemerintah china mencapai 51,9 lebih tinggi dari bulan Februari pada 50,6.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.807-6.155. Pergerakan selama beberapa hari terakhir telah memasuki area oversold serta indicator stochastic bergerak menyempit mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek. Namun masih perlu diwaspadai pergerakan dibayangi sentiment negatif dari global dan domestik.

(ara/ara)