Bank Mandiri Terbitkan Surat Utang Rp 4,3 T, Dipakai buat Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 12:36 WIB
Plaza Mandiri, Gedung Bank Mandiri Pusat
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan Sustainability Bond sebesar US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,3 triliun (kurs Rp 14.500). Dana ini akan digunakan untuk pembiayaan atau membiayai proyek berwawasan lingkungan dan sosial.

Surat utang ini memiliki tenor lima tahun dengan kupon sebesar 2%. Bank Mandiri menunjuk Deutsche Bank, HSBC, dan Mandiri Securities sebagai Joint Lead Managers.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan menjelaskan Sustainability Bond ini merupakan yang pertama bagi Bank Mandiri dan merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang telah disusun Perseroan dan telah memenuhi standar Sustainability Bond Guidelines dari International Capital Market Association (ICMA).

Selain itu, framework ini selaras dengan Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) Sustainability Bond Standards, Green Bond Standards, dan Social Bond Standards.

Panji menyebutkan Bank Mandiri telah berkomitmen untuk menjalankan praktek Keuangan Berkelanjutan dengan menyusun RAKB yang diimplementasikan melalui tiga pilar strategis. Ketiga pilar itu adalah Sustainable Banking, Sustainable Operations dan Sustainable Corporate Social Responsibility & Financial Inclusion.

"Salah satu inisiatif dalam pilar Sustainable Banking adalah pembiayaan kepada sektor-sektor berkelanjutan seperti energi baru dan terbarukan serta pembiayaan kepada proyek sosial terutama untuk segmen UMKM dan mikro," kata dia dalam siaran pers, Selasa (13/4/2021).

Dengan penerbitan surat utang ini, Bank Mandiri mengharapkan bisa mendukung program Pemerintah untuk menggali dan memanfaatkan potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar di Indonesia serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Penerbitan Sustainability Bond ini menerima demand order lebih dari US$2,5 miliar pada saat proses book building sehingga terdapat kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 8,3 kali dari rencana jumlah bond yang diterbitkan. Hal ini menunjukkan persepsi positif dari investor asing terhadap kinerja dan prospek bisnis Bank Mandiri ke depan.

Positifnya keyakinan investor juga terlihat dari rating yang diberikan kepada obligasi ini dari lembaga pemeringkat internasional yaitu Baa2 dari Moody's dan BBB- dari Fitch. Setelah proses penerbitan, obligasi ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange/SGX).

Simak juga 'Saat 3 Bank Syariah BUMN Merger Jadi Bank Syariah Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)