Terpopuler Sepekan

Tukar Kartu Debit 'Gesek' Sekarang, Sebelum Diblokir Lho!

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 03 Apr 2021 12:15 WIB
Kartu Debit
Foto: Jouska (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Kartu debit magnetic stripe yang biasa digesek bakal diblokir oleh beberapa bank besar tanah air. Untuk itu, nasabah diimbau untuk segera melakukan penukaran kartu debit gesek ini demi keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi menggunakan kartu debitnya ke depan.

Salah satu bank besar tanah air yang bakal memblokir kartu debit 'gesek' adalah BNI.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies mengungkapkan jika ada nasabah yang masih menggunakan kartu debit jenis magnetic stripe baik yang masa berlakunya berakhir atau jatuh tempo maka harus segera diganti.

"Maka diharuskan untuk segera melakukan penggantian kartunya paling lambat 31 April 2021. Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum dilakukan penggantian kartu menjadi kartu BNI debit chip, maka BNI dapat melakukan penonaktifan kartu debit tersebut," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/2/2021).

Corina menambahkan, BNI telah memiliki fasilitas BNI Sonic untuk melakukan penukaran kartu. Nasabah dapat menukarkan kartu debit lamanya dengan kartu debit chip tanpa antri menggunakan fasilitas BNI Sonic di seluruh Indonesia.

Selain BNI, Bank Mandiri juga bakal menerapkan aturan serupa. Bank Mandiri akan melakukan cleansing Mandiri debit magnetic stripe atau memblokir kartu debit magnetic stripe yang belum dikonversi menjadi Mandiri debit chip. Proses pemblokiran dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan masa kedaluwarsa atau expiry date kartu.

Dari laman Bank Mandiri, untuk kartu yang kedaluwarsa 2021-2022 akan diblokir pada tanggal 1 April 2021. Lalu, kartu yang kedaluwarsa pada 2023-2025 akan diblokir pada 1 Juni 2021, dan kartu kedaluwarsa 2026-2030 diblokir tanggal 1 Juli 2021.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan jika migrasi kartu debit 'gesek' atau magnetic stripe ke chip ini bisa selesai pada Desember 2021.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan BRI juga mengedukasi nasabah untuk melakukan transaksi tunai tanpa kartu dengan menggunakan aplikasi BRImo yang saat ini dapat dilakukan di 92% ATM dan CRM BRI.

Kemudian PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendorong pemegang kartu Paspor BCA untuk mengganti kartu ATM berbasis chip sebelum 31 Desember 2021. Direktur BCA Santoso mengungkapkan ini dilakukan untuk meminimalisir tindak kejahatan dalam bertransaksi perbankan.

Santoso mengungkapkan memang sejak 2015 BI sudah mencanangkan implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan penggunaan 6 digit PIN untuk kartu ATM/kartu debit yang diterbitkan di Indonesia.

"Oleh karena itu, penggantian ke kartu Paspor BCA ber-chip wajib dilakukan agar tidak kesulitan saat ingin bertransaksi di bank maupun merchant-merchant yang telah mengganti mesin EDC-nya," kata dia dalam siaran pers.

(eds/eds)