Sosok Lain di Balik IPO Klub Malam SCBD Selain Wulan Guritno

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 19:30 WIB
Wulan Guritno saat berkunjung ke kantor detikHot
Foto: Asep Syaifullah
Jakarta -

Nama aktris Wulan Guritno ada di balik rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Lima Dua Lima Tiga, pengelola klub malam Lucy in The Sky di Kawasan SCBD Sudirman. Dalam perusahaan itu, Wulan menjabat sebagai Komisaris Independen.

Selain Wulan, siapa saja pencetus rencana IPO klub malam tersebut?

Dalam prospektus perseroan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterima detikcom, Kamis (15/4/2021), dirinci jabatan Komisaris Utama PT Lima Dua Lima Tiga Tbk diduduki oleh Felly Imransyah, lalu Komisaris oleh Calvin Lutvi. Sedangkan, Direktur Utama diduduki oleh Surya Andarurachman Putra, dan Direktur oleh Randy Suherman.

Untuk diketahui, pada rencana IPO ini, perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya Rp 337,5 juta atau 32,61% dari total modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO dengan nominal Rp 10 per saham.

Dana segar yang diraup dari IPO ini nantinya akan dipakai untuk modal kerja dan membayar pihak ketiga dalam rangka renovasi gerai di SCBD. Berikut rinciannya:

1. Sekitar 91,8% untuk modal kerja dengan rincian sebagai berikut:

a. Sekitar 8,01% akan digunakan Perseroan untuk pembayaran sewa gerai selama setahun yang terletak di SCBD yang dibayarkan kepada pihak ketiga sebesar Rp 2,24 miliar
b. Sekitar 91,99% akan digunakan Perseroan untuk kegiatan operasional seluruh gerai Perseroan mencakup namun tidak terbatas pada pembayaran sewa selama setahun, pembayaran gaji karyawan, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, dan biaya-biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk 7 gerai baru.

2. Sisanya sekitar 8,20% akan digunakan untuk membayar pihak ketiga dalam rangka renovasi gerai SBCD, sekitar Rp 2,5 miliar.

Selain itu, perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya Rp 236,25 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru perseroan atau 33,87% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor perusahaan pada saat pernyataan pendaftaran IPO tersebut disampaikan. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

Setiap pemegang 10 Saham Baru Perseroan berhak memperoleh 7 Waran Seri I dimana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Dana yang diperoleh dari hasil Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk modal kerja Perseroan mencakup namun tidak terbatas pada pembayaran sewa selama setahun, pembayaran gaji karyawan, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, dan biaya-biaya pemasaran.

"Dalam hal jumlah dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini tidak mencukupi untuk memenuhi rencana tersebut di atas, maka Perseroan akan menggunakan pendanaan eksternal yang diperoleh dari bank dan/atau perusahaan pembiayaan," tulis prospektus itu.

(eds/eds)