Jadi Induk Holding Hotel BUMN, Wika Realty IPO di 2023

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 16:43 WIB
Di hari pertama puasa Ramadan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa lanjutkan penguatan dengan kenaikan tipis 2 poin. Investor asing masih terus melepas saham. Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,210 poin (0,04%) ke level 4.947,963. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,563 poin (0,07%) ke level 850,740. Rengga Sancaya/dettikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menargetkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usahanya PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) pada tahun 2023. IPO dilakukan setelah holding hotel BUMN terbentuk. Pada holding hotel ini, Wika Realty akan bertindak sebagai induk holding.

"Jadi nanti Wika Realty setelah holding hotel, jadi holding hotel sampai dengan saat ini sedang kita sedang tahap pembentukan SPV di masing-masing, dan kita harapkan bulan Mei, kita sudah mulai selesai launching 100% holding hotel di Wika Realty," kata Direktur Utama Agung Budi Waskito, Rabu (14/4/2021).

Dia menjelaskan, pada tahun 2021 kondisi pariwisata kurang baik. Sehingga, pada tahun 2021 sampai 2022 pihaknya melakukan renovasi dan upgrade hotel.

Dengan demikian, pada 2022 nanti kondisi holding hotel BUMN sudah baik begitu juga dengan pendapatannya.

"Sehingga dengan 2 tahun ini diharapkan pandemi sudah berakhir. Kemudian upgrade hotel sudah menjadi sangat baik sehingga di 2022 holding hotel ini akan menjadi, sudah menjadi, pendapatan yang cukup baik Wika Realty sehingga kita akan merencanakan IPO di 2023," katanya.

Dia menuturkan, dalam tahap awal holding hotel ini aset total aset yang akan terbentuk menjadi Rp 4,7 triliun.

"Nilai aset saat ini tahap pertama 22 hotel kurang lebih Rp 4,7 triliun," katanya.

(acd/fdl)