IHSG Sepekan Merosot Dekati Level 5.000, Minggu Depan Gimana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 15:47 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup di level 6.016. Jika dihitung selama satu pekan, IHSG tercatat mengalami penurunan sekitar 1,06%. Tercatat pada awal pekan ini, indeks berada di level 6.086.

Menurut Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi IHSG bakal masih betah di level 6.000. Ini disebabkan oleh beberapa faktor baik dari eksternal maupun internal. Bahkan fenomena uang kripto pun menjadi salah satu faktornya.

"Sentimen global, peningkatan COVID-19, aksi pemangkasan proyeksi ekonomi 2021 oleh Bank Indonesia dari 4.8% menjadi 4.3%. Cryptocurrency sedang banyak diminati," ujar dia saat dihubungi detikcom.

Dengan masih banyaknya sentimen pada pasar modal, Lanjar memprediksi pergerakan IHSG akan tetap di level 6.000-an pada pekan depan. Apalagi pekan depan merupakan minggu terakhir di April 2021.

Pada pekan terakhir April, biasanya data perekonomian sudah tidak ada yang dirilis lagi. Sehingga para pelaku pasar akan menunggu data ekonomi yang diterbitkan pada bulan selanjutnya.

"Dari sisi sentimen global. Investor masih terfokus pada kebijakan Joe Biden terhadap strategi subsidi silangnya diantaranya kenaikan pajak untuk berpenghasilan tinggi disana dan Kebijakan The Fed pada prospek suku bunga melihat fenomena lonjakan inflasi di atas ekspektasi di AS," katanya.

Selain itu, pergerakan IHSG di level 6.000-an pada pekan depan juga karena terpengaruh pada penanganan pandemi COVID-19. Menurut dia, peningkatan kasus masih dikhawatirkan investor dan mengurangi optimisme pemulihan ekonomi.

"Sehingga IHSG saya perkirakan masih akan bergerak terkonsolidasi masih akan ke-trigger dengan sentimen global meskipun secara pergerakan IHSG mencoba bertahan di level psikologis 6000 dan apabila berhasil bertahan di level tersebut dapat meningkatkan optimisme investor," jelasnya.

"Level 6000 akan menjadi level konfirmasi pergerakan.. apabila mampu kuat di atasnya optimisme investor akan tumbuh dan membuat IHSG potensi melanjutkan tren positifnya," tambahnya.

(hek/eds)