Matahari Incar Rp 800 M Lewat Rights Issue, Duitnya buat Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 17:48 WIB
Sektor usaha termasuk ritel tak luput dari hantaman pandemi COVID-19. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bahkan merugi hingga Rp 617 miliar akibat pandemi.
Matahari Department Store/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana menambah modal dengan mekanisme rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rencananya, skema itu dilakukan tahun ini.

Corporate Secretary MPPA, Danny Kojongian mengatakan perkiraan jumlah peningkatan modal dari mekanisme right issue ini mencapai Rp 500-800 miliar.

"Pada 7 April kami sudah menyampaikan informasi awal kepada pihak OJK dan bursa, bahwa MPPA melaksanakan proses rights issue," kata Danny dalam acara public expose insidentil secara online, Kamis (29/4/2021).

Meski begitu, Danny mengaku belum bisa membocorkan detail mengenai struktur rights issue yang akan dilaksanakan MPPA. Sebab, pihak manajemen dan direksi sedang merumuskannya.

Menurut Danny, nantinya hasil dari rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat neraca perseroan dan modal kerja untuk mendukung strategi perseroan menjadi ritel yang memiliki omnichannel terdepan, memperkuat jaringan atau logistik, dan kemampuan analisa big data.

"Namun sampai hal ini jumlah struktur dan hal lainnya atau RUPSLB kapan saat ini tim manajemen dan direksi sedang merumuskan dan akan segera mungkin akan kita sampaikan, dan nantinya informasi yang akan kita umumkan dari segi timeline dan segi struktur rights issue, jadi proses update-nya kita sudah beberapa kali sudah sampaikan," ungkapnya.

(hek/ara)