Dow Jones Cetak Rekor Lagi!

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 09:58 WIB
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - FEBRUARY 10:  An Index board is pictured during a trading session at the Frankfurt Stock Exchange on February 10, 2011 in Frankfurt am Main, Germany. According to media reports Deutsche Boerse, which owns the Frankfurt exchange, is in talks to buy NYSE Euronext, which owns the New York Stock Exchange as well as exchanges in Paris, Lisbon, Amsterdam and Brussels. Should the acquisition go through the new company would be home to publicly traded companies worth USD 15 trillion, or about 28 percent of global stock-market value.  (Photo by Ralph Orlowski/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ralph Orlowski
Jakarta -

Pasar saham Wall Street kembali bergairah setelah Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan. Rekor tersebut didukung oleh klaim laporan pengangguran yang menurun.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara mencapai 498.000 yang berakhir pada 1 Mei 2021. Angka tersebut menurun jika dibandingkan pada pekan sebelumnya yang mencapai 590.000.

Meski begitu, investor masih menunggu laporan penggajian di sektor non pertanian serta kemungkinan sikap Federal Reserve AS tentang kebijakan moneter.

"Investor didorong oleh suku bunga rendah dan stimulus yang diberikan pemerintah ke dalam perekonomian. Kami juga melihat peningkatan substansi dalam proyek ekonomi dan perkiraan pendapatan," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research yang dikutip dari Reuters, Jumat (7/5/2021).

Dow Jones Industrial Average naik 0,92% menjadi 34.545,11. sedangkan S&P 500 naik 0,82% menjadi 4.201,58. Selanjutnya, Nasdaq Composite naik 0,37% menjadi 13.632,84.

Beberapa saham perusahaan ada yang naik dan ada juga yang turun. Seperti perusahaan farmasi mengalami penurunan setelah Biden memutuskan untuk mendukung pengabaian hak kekayaan intelektual vaksin COVID-19.

Saham Pfizer Inc, Moderna Inc, Novavax Inc dan semua yang terlibat dalam pembuatan vaksin COVID-19 turun. Jhonson & Jhonson hampir tidak berubah.

"Satu sektor yang kami lihat banyak peluangnya adalah sektor keuangan. Kami melihatnya sebagai salah satu yang akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang lebih tinggi dan pemulihan ekonomi yang lebih kuat," kata Ann Guntli, manajer portofolio di RMB Capital.

(hek/zlf)

Tag Terpopuler