Mau Punya Saham Holding BUMN Tambang? Nih Bocorannya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 18:31 WIB
Dirut Pelindo III Orias Petrus Moedak di Kantor Kemenko Kemaritiman
Foto: Fadhly Fauzi Rachman: CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak
Jakarta -

BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID (Mining Industry Indonesia) dan anak usahanya, PT Inalum Operating (Persero) akan menawarkan saham perdana alias initil public offering (IPO). Dalam prosesnya, masih ada beberapa tahap yang harus dilakukan MIND ID dan Inalum Operating sebelum IPO.

CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan nantinya yang lebih dulu IPO adalah Inalum Operating. Namun, Inalum Operating harus dipisahkan dulu dari holding tambang tersebut.

"Ini kan disampaikan target untuk kami (MIND ID) IPO kan terakhir. Jadi setelah Inalum Operating. Sekarang ini lagi proses untuk pemisahan dari MIND ID dan Inalum Operating," kata Orias dalam konferensi pers virtual paparan kinerja MIND ID tahun 2020 dan kuartal I-2021, Jumat (7/5/2021).

MIND ID dan Inalum Operating memang masuk dalam daftar belasan BUMN yang akan IPO hingga tahun 2023. Orias menjelaskan, Inalum Operating harus berdiri sendiri sebelum melantai di bursa.

"Jadi Inalum Operating akan berdiri sendiri, kemudian MIND ID akan berdiri sendiri. Dari situ kita akan melihat rencana pengembangan ke depan," tutur Orias.

Khususnya untuk MIND ID, Orias mengatakan pihaknya harus menyiapkan beberapa tawaran menarik sebelum MIND ID meluncur ke pasar modal.

"Kita akan go public dengan story yang seperti apa? Kalau menarik ya ke pasar, kalau tidak menarik ya nggak apa-apa. Kita kan tetap perusahaan yang memiliki rencana-rencana besar yang kita lakukan dengan kemampuan yang ada. Artinya dari proyek-proyek yang kita sampaikan, dalam 2-3 tahun akan mulai menghasilkan, dan akan berkontribusi ke holding company," imbuhnya.

Lebih rinci, menurutnya MIND ID harus memiliki proyek-proyek baru sebelum melantai di bursa. Adapun proyek-proyek strategis yang sedang dijalankan MIND ID saat ini antara lain Indonesia Battery Corporation (IBC), gasifikasi batubara, smelter grade alumina refinery, PLTU Pabrik Feronikel Haltim, dan proyek pembangunan smelter tembaga.

"Waktu kita mau IPO mesti ada proyek-proyek baru lagi, nggak bisa kita dengan proyek yang sudah ada," tegas Orias.

Ia menuturkan, untuk tahun 2021 ini pihaknya fokus untuk memisahkan Inalum Operating dari holding. Lalu, IPO Inalum Operating ditargetkan tahun 2022, setelahnya barulah IPO MIND ID.

"Kalau eksekusi, nanti kita kalau sudah bahas Inalum Operating ini, kita belum pisah ya. Kita pisah dulu tahun ini, tahun depan operating, tahun berikutnya baru MIND ID," pungkas Orias.

(vdl/hns)

Tag Terpopuler