Kredit Motor Naik, Laba Bersih Adira Finance Naik 58%
Jumat, 10 Mar 2006 19:07 WIB
Jakarta -
PT Adira Dinamika Multi Finance (Tbk) (Adira Finance) mencatat peningkatan laba bersih sebesar 58 persen dari Rp 301 miliar pada tahun 2004 menjadi Rp 476 miliar pada tahun 2005.Peningkatan tersebut didorong terutama oleh peningkatan pembiayaan sebesar Rp 56 persen dari Rp 852 miliar tahun 2004 menjadi Rp 1,33 triliun pada tahun 2005."Tahun 2005 secara umum cukup bagus, walaupun dikatakan kondisi ekonomi makro memburuk, tapi itu hanya terjadi pada kuartal keempat tahun 2005," ujar Stanley Setia Atmadja Dirut PT Adira Finance usai paparan publik di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (10/3/2006).Dengan meningkatnya laba bersih tersebut, peningkatan pendapatan dari saham juga meningkat dari Rp 301 per lembar saham tahun 2004 menjadi Rp 476 per lembar saham.Tahun 2005 nilai pembiayaan baru meningkat 33 persen dari Rp 6,61 triliun menjadi Rp 8,774 triliun. Aset perseroan juga naik dari Rp 1,598 triliun menjadi Rp 1,633 triliun. Yang terdiri dari kewajiban sebesar Rp 935 miliar, dan ekuitas Rp 698 miliar.Jumlah unit pembiayaan juga naik sebesar 25 persen menjadi 728.438 unit kendaraan. 68 persen unit kendaraan tersebut merupakan kendaraan roda dua dan sisanya kendaraan roda empat.Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Adira Finance pada tahun 2005 tercatat sebesar 1,7 persen. "Kalau dari total unit kendaraan roda dua itu paling tiga persennya," ujar StanleyUntuk mengatasi NPL, tahun ini Adira akan mengetatkan pengawasan kredit antara lain memisahkan petugas surveyor dengan petugas marketing.Mengenai besarnya suku bunga kredit, Adira Finance akan mengikuti suku bunga perbankan." Kita akan mengikuti bank, tapi kalau per 2005 lending rate untuk kendaraan roda da 31-34 persen," ujarnya.Tahun ini pertumbuhan kredit ditargetkan tumbuh antara 20 hingga 25 persen atau sekitar Rp 2 triliun. Untuk mendanai pertumbuhan tersebut rencanya Adira akan menerbitkan obligasi. Sementara sisanya berasal dari pinjaman bank."Obligasi yang diterbitkan nilainya sekitar 50 persen dari pembiayaan tahun ini, jangka waktunya mungkin sekitar 3 sampai 5 tahun. Apakah akan diterbitkan pada semester pertama atau kedua masih kita kaji," kata Hafid Hadili, Direkur Keuangan Adira Finance.
(ddn/)










































