Klub Malam Wulan Guritno Kantongi Rp 33 M dari IPO, Mau buat Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 21 Mei 2021 10:22 WIB
Wulan Guritno saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk.
Wulan Guritno/Foto: Ismail/detikFoto
Jakarta -

Pengelola klub malam Lucy in The Sky di SCBD, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk berhasil menghimpun dana Rp 33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham dari aksi Initial Public Offering (IPO). Proses tersebut dilakukan 5 Mei 2021.

Corporate Secretary Lucy in The Sky, Ratna Sari mengatakan dana tersebut akan dimanfaatkan perusahaan untuk rencana ekspansi untuk pengembangan bisnis. Ada nama Wulan Guritno dalam jajaran komisaris perusahaan ini.

"Rencana melakukan ekspansi bisnis sebenarnya sudah berjalan sejak satu bulan sebelum perusahaan melantai di bursa saham. Sesuai rencana perusahaan untuk melakukan pengembangan, setelah mendapatkan dana dari publik," kata Ratna dalam keterangan resminya yang dikutip, Jumat (21/5/2021).

Pada kuartal II-2021, Ratna mengatakan emiten berkode LUCY ini telah merealisasikan strategi pengembangan di antaranya renovasi gerai Lucy in The Sky SCBD Jakarta yang ditargetkan dapat selesai pada Juni 2021. Selain itu, rencana pembukaan gerai di Senayan Park sudah masuk tahap finalisasi kontrak, dan gerai ditargetkan akan dibuka pada bulan September 2021.

"Rencana selanjutnya pembukaan gerai di PIK (Pantai Indah Kapuk), yang sudah masuk dalam proses negosiasi dalam kontrak sewa. Kami optimis dapat memenuhi target penjualan di tahun ini dengan memproyeksikan pengembangan gerai kami. Kami pastikan seluruh rencana dapat terealisasi sesuai target perusahaan. Kami juga yakin sektor F&B (food & beverage) akan terus tumbuh seiring pertumbuhan perekonomian Indonesia di tahun 2021." ujarnya.

Ratna menilai, tren perbaikan ekonomi nasional akan berdampak baik bagi para pelaku usaha di banyak sektor tak terkecuali sektor food and beverage (F&B). Tren perbaikan ekonomi ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pengembangan usaha.

"Seperti halnya Lucy in The Sky, sebelum adanya pandemi COVID-19, Lucy sudah menghadirkan restoran dengan konsep outdoor, yang merupakan pertama di Indonesia. Untuk itu, rencana pengembangan ekspansi bisnis perusahaan tetap mengadopsi konsep yang sudah dimiliki sebelumnya dengan ditambahkan perubahan dalam peningkatan protokol kesehatan," jelasnya.

Industri F&B diprediksi akan mengalami pertumbuhan positif di tahun 2021. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memproyeksi industri F&B dapat tumbuh 5-7% di 2021.

"Kondisi perekonomian masa pandemi saat ini telah masuk pada tahap pemulihan ekonomi. Dengan hadirnya vaksin diharapkan dapat memberikan angin segar bagi para pelaku usaha di sektor F&B untuk pulih dan mengembangkan perusahaannya. Begitupun Lucy in The Sky, sebagai pionir outdoor restoran di Indonesia memiliki berbagai rencana pengembangan perusahaan yang matang untuk menjawab tantangan di industri F&B, dan entertainment di Indonesia. Kami meyakini, industri F&B tidak hanya pulih, namun mampu tumbuh pesat dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia," ungkapnya.

(hek/ara)