Imbal Hasil Obligasi AS Melandai, Wall Street Ditutup Cerah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 08:50 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup cerah pada perdagangan Senin kemarin. Sejumlah indeks ditutup pada zona hijau.

Dikutip dari Reuters, Selasa (25/5/2021), S&P 500 dan Nasdaq melonjak lebih dari 1%. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan imbal hasil US Treasury.

Kekhawatiran inflasi reda karena investor kemungkinan mulai melihat tagihan dari infrastruktur Presiden Joe Biden lebih kecil atau tidak memberikan dorongan ekonomi yang besar.

Kepala Investasi Glenview Trust co di Louisville, Bill Stone mengatakan, pertumbuhan saham akan terlihat pada hari Senin karena adanya penurunan imbal hasil.

"Tampaknya akan terus memantul dalam rotasi kembali ke pertumbuhan, sektor dengan kinerja terbaik saat ini adalah semua saham pertumbuhan," katanya.

Dow Jones Industrial Average naik 178,6 poin atau 0,52% menjadi 34.386,44, S&P 500 naik 40,37 poin atau 0,97%, menjadi 4.196,23 dan Nasdaq Composite bertambah 185,44 poin atau 1,38% menjadi 13.656,44.

Raksasa teknologi Apple dan Microsoft masing-masing naik sekitar 2%. Sektor ini berada di antara yang berkinerja terburuk untuk bulan dan tahun ini karena kekhawatiran inflasi telah tumbuh dan imbal hasil obligasi telah bergerak lebih tinggi.

Pasar ekuitas telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang kuat dan kekhawatiran bahwa kemacetan pasokan dapat menyebabkan perpanjangan harga yang lebih tinggi. Pada gilirannya hal ini akan memaksa Federal Reserve untuk mengurangi stimulus moneter besar-besarannya.

Tonton juga Video: Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)