Penjualan Alat Berat Melempem di Awal Pandemi, Kini Moncer Lagi!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 12:11 WIB
United Tractors Group ikut membantu proses evakuasi korban gempa dan stunami di Palu dan Donggala. Mereka mengirimkan 4 unit excavator, 1 unit bulldozer dan 1 unit lowboy.
Ilustrasi/Foto: pool
Jakarta -

Penjualan alat berat di awal pandemi COVID-19 sempat mengalami tekanan. PT United Tractors Tbk menyebutkan sektor konstruksi sempat mengalami kendala.

Corporate Secretary United Tractors Sara Lubis menjelaskan hal ini karena tahun lalu aktivitas sangat terbatas.

"Tahun lalu sempat lockdown dan customer ruang geraknya terbatas," kata dia dalam Workshop Astra, Kamis (27/5/2021).

Dia mengungkapkan hingga periode April 2021 penjualan alat berat mulai meningkat. Untuk jenis Komatsu mencapai 909 unit atau naik 27% dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan ini karena sektor konstruksi dan pertambangan yang sudah mulai membaik. Mobilitas dan transportasi juga sudah mulai membaik.

"Selain itu ini juga banyak dipengaruhi harga komoditas batu bara yang sudah membaik dibanding tahun lalu," ujar dia.

Kemudian Sara menyebutkan untuk penjualan UD Trucks dan Scania juga mulai positif. Untuk penjualan UD Trucks tercatat 181 unit dan Scania 228 unit.

"Dari sisi penjualan UD Trucks dan Scania mulai positif. Karena tahun ini heavy duty trucks mulai membaik," jelas dia.

Memang pada 2020 penjualan alat berat Komatsu turun 47%, lebih dalam dibandingkan tahun 2019 sebesar 40%. Kemudian untuk UD Trucks tahun 2020 tercatat turun 47% dan Scania turun 217%.

Periode Maret 2021 net revenue United Tractors tercatat Rp 17,8 triliun. Kemudian net income Rp 1,86 triliun. Total aset mencapai Rp 105,3 triliun.

Saat ini United Tractors memiliki 29.000 pegawai dan kapitalisasi pasar Rp 79 triliun. Komposisi pemegang saham 59,5% Astra dan 40,5% publik.

Tonton juga Video: 'Kali Sampah' Depok Dibersihkan, 2 Alat Berat Diturunkan

[Gambas:Video 20detik]




(kil/ara)