Laba Anjlok 77%, Jasa Marga Tak Sebar Dividen Tahun Ini

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 27 Mei 2021 18:20 WIB
Ada Proyek Kereta Cepat, Transaksi GT Pondok Gede Timur 2 Dialihkan
Foto: Dok. Jasa Marga
Jakarta -

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga) membukukan laba bersih Rp 501,5 miliar sepanjang 2020 lalu. Dibanding tahun sebelumnya, raihan laba tersebut turun cukup signifikan.

Sepanjang 2019 lalu, Jasa Marga mampu membukukan laba bersih hingga Rp 2,21 triliun. Dengan begitu, laba bersih JSMR selama setahun anjlok sekitar 77,3%. Demikian juga dengan pendapatan tol perusahaan di 2020 juga turun menjadi sebesar Rp 8,76 triliun. Sebelumnya, di tahun 2019
pendapatan usaha JSMR bisa mencapai Rp 10,98 triliun.

Meski begitu, JSMR masih mencatatkan kinerja positif meski terdampak pandemi COVID-19.

"Kinerja ini juga didukung oleh kemampuan Jasa Marga di tengah penurunan pendapatan tol dan di tengah tingginya ekspansi usaha, Jasa Marga masih mampu mempertahankan margin EBITDA di level 62% pada tahun 2020," ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/5/2021).

Margin EBITDA perusahaan tahun sebelumnya juga berada di kisaran itu yaitu tepatnya sebesar 62,65%. Margin EBITDA yanh tetap stabil bisa dipertahankan sebab perusahaan telah melakukan berbagai efisiensi untuk dapat mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat, di antaranya School and Work From Home (SFH & WFH), Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pengendalian Transportasi.

Selain itu, masih ada kinerja yang tumbuh positif salah satunya aset perusahaan. Seiring dengan pembangunan ruas-ruas tol baru di tahun 2020, total aset Jasa Marga tercatat sebesar Rp 104,09 triliun atau tumbuh 4,4% dibandingkan tahun 2019.

Tahun ini, Jasa Marga tidak membagikan dividennya. Raihan laba tahun ini akan dipakai perusahaan sebagai dana cadangan. Alasannya, saat ini Jasa Marga perlu memperkuat capital structure di tengah pandemi COVID-19 yang turut berdampak terhadap bisnis Perseroan. Namun, keputusan ini sudah mendapat persetujuan para pemegang saham.

"Pemegang saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen atau nol persen. Seluruh laba tahun lalu ditempatkan sebagai dana cadangan untuk memperkuat capital structure," kata Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto.

(zlf/zlf)