Ikhlas, Bosowa Terima Putusan PTTUN Kabulkan Banding OJK

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 15:19 WIB
Bank Syariah Bukopin (BSB) akan meluncurkan pembiayaan baru sekitar Rp 500 miliar. Pembiayaan ini diluncurkan pada semester II/2013.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta telah mengabulkan permohonan banding yang diajukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap PT Bosowa Corporindo. Sehingga putusan PTTUN Jakarta sebelumnya nomor 178/G/2020/PTUN tanggal 18 Januari 2021 dibatalkan. Lalu apa tanggapan Bosowa?

Direktur Utama Bosowa Corporindo Rudyantho mengatakan, pihaknya saat ini tidak lagi mempermasalahkan perkara hukum tersebut. Sehingga perusahaan menerima apa yang sudah menjadi putusan tersebut.

Dia mengungkapkan bahwa Bosowa dengan Kookmin Bank sudah menjalin komunikasi dan akan mencapai satu kesepahaman. Sehingga perusahaan tak permasalahkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bukopin sebelumnya yang membuat kepemilikan saham Bosowa di Bank Bukopin menyusut.

"Kalau kita si belum terkonfirmasi (putusan PTTUN). Tapi yang lebih penting buat semua pihak yang terkait bahwa sejak akhir februari itu antara Kookmin dan Bosowa sudah masuk dalam satu kesepahaman. Bahwa kedepan isu legal itu tidak lagi menjadi prioritas di antara kedua belah pihak," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Dengan begitu, Bosowa kini sudah menerima putusan RUPSLB bahwa perusahaan keuangan asal Korsel itu kini jadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

Rudyantho menjelaskan memang awalnya Bosowa tidak terima dengan putusan RUPSLB Bank Bukopin karena hak-hak perusahaan sebagai pemegang saham disingkirkan. Alhasil Kookmin masuk menjadi pemegang saham pengendali melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Namun hal itu kini tak lagi menjadi perhatian Bosowa lagi. Sebab pihak Kookmin juga memahami apa yang membuat pihak Bosowa gusar. Sehingga akan dibuat suatu kesepahaman antara kedua belah pihak.

"Tentu dengan masuknya Kookmin kemarin yang menurut kacamata kita awalnya itu tidak proper. Nah tentu ini yang menjadi concern kita, dan kita menganggap bahwa apa yang dilakukan sebelumnya itu berpotensi merugikan kita. Tapi dengan kesepahaman ini Kookmin juga menyadari ya memang Bosowa tidak boleh dirugikan. Dia juga sadar kita sama-sama investor dia juga mencari solusi bagaimana tidak ada yang dirugikan," terangnya.

Sebelumnya diberitakan PTUN Jakarta menolak permohonan penundaan pelaksaan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: 64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo selaku pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk tanggal 24 Agustus 2020.

Dalam pokok perkara dinyatakan gugatan Bosowa tidak diterima. Putusan tersebut dinyatakan dalam permusyawaratan Majelis Hakim PTTUN Jakarta pada 24 Mei 2021 yang lalu.

Pada babak sebelumnya Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 64/KDK.03/2020 tentang hasil penilaian kembali PT Bosowa Corporindo selaku pemegang saham pengendali Bank Bukopin pada 24 Agustus 2020.

"Mengabulkan permohonan penundaan pelaksanaan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Bukopin Tbk tanggal 24 Agustus 2020," tulis putusan tersebut dikutip, Selasa (19/1/2021).

Bosowa menggugat OJK karena menilai hak-haknya dianulir melalui surat perintah OJK yang meminta Bosowa memberi kuasa ke PT Bank Rakyat Indonesia sebagai tim technical assistance Bukopin.

Namun, gugatan yang dilayangkan oleh Bosowa sebenarnya bukanlah meminta penundaan, melainkan menyatakan batal Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT. Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Bukopin Tbk. tanggal 24 Agustus 2020.

Selain itu, meminta kepada pengadilan untuk mewajibkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT. Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Bukopin Tbk. tanggal 24 Agustus 2020.

(das/dna)

Tag Terpopuler